News  

Kakorlantas Tegaskan Operasi Ketupat 2026 Bukan Sekadar Pengamanan Lalu Lintas, tapi Operasi Kemanusiaan

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho (Foto Istw)

JAKARTA, Detikfaktual.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Lebih dari itu, operasi tahunan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, dengan mengusung tagline “Mudik Aman Keluarga Bahagia”.

“Operasi Ketupat bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi Operasi Ketupat itu adalah Polri hadir untuk menjaga momentum sosial dan momentum spiritual, memastikan bahwa rangkaian bulan suci Ramadan hingga Idulfitri, hingga mudik dan balik itu harus aman. Operasi Ketupat itu adalah operasi kemanusiaan, jadi keselamatan itu yang paling utama,” ujar Agus, Rabu (4/3/2026).

Operasi Ketupat 2026 direncanakan berlangsung pada 13 hingga 26 Maret 2026. Sementara itu, gelar pasukan akan dilaksanakan pada 12 Maret sebagai tanda kesiapan pelaksanaan operasi secara nasional.

Agus mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung.

“Operasi Ketupat rencana tanggal 13 hingga tanggal 26, nanti tanggal 12 akan dilakukan gelar pasukan. Hari ini kita cek semuanya anggota, kesiapan daripada sarana prasarana, termasuk kelengkapan,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Sejumlah langkah persiapan telah dilakukan, mulai dari Tactical Floor Game (TFG), rapat koordinasi, hingga evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Stakeholder dan kolaborasi adalah kunci. Kita sudah rapat, kita sudah latihan tactical floor game, kita sudah rakor, kita sudah mengevaluasi Ketupat tahun lalu, sehingga diharapkan Operasi Ketupat 2026 ini akan lebih lancar, lebih baik,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, ribuan personel gabungan akan diterjunkan, melibatkan unsur Polri, TNI, kementerian dan lembaga, serta pemangku kepentingan lainnya. Pos-pos pengamanan dan pelayanan juga akan didirikan di berbagai titik strategis.

“Jumlah personel ribuan personel, ya. Karena ada dari Polri, dari TNI, dari kementerian, lembaga, dari stakeholder lainnya, termasuk juga pembuatan pos-pos pengamanan. Ini juga banyak sekali, jumlah posnya,” jelasnya.

Agus menambahkan, terdapat lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026, yakni jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, serta lokasi wisata.

Untuk pelabuhan penyeberangan, pengamanan difokuskan di sejumlah titik krusial seperti Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ketapang, dan Pelabuhan Gilimanuk.

“Operasi Ketupat itu ada lima klaster yang diamankan, yang pertama adalah jalan tol, kedua, jalan arteri, ketiga adalah pelabuhan penyeberangan, Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, keempat adalah tempat-tempat ibadah, masjid, dan terakhir berkaitan dengan tempat-tempat wisata, mal, dan lain sebagainya, termasuk jalan alternatifnya,” pungkasnya. *

(DM)

Tinggalkan Balasan