MUI Kutuk Serangan Amerika ke Iran, Desak Indonesia Mundur dari Keanggotaan BoP

Minggu, 1 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Jakarta, Detikfaktual.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras serangan bersenjata yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran di tengah bulan suci Ramadan.

MUI menilai aksi militer tersebut tidak hanya melanggar nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga mencederai semangat penghormatan terhadap umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Dalam siaran pers Nomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang dirilis Minggu (1/3/2026), MUI menyatakan Ramadan seharusnya menjadi momentum damai dan refleksi spiritual bagi seluruh umat manusia.

Serangan bersenjata pada periode tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip kemanusiaan universal serta nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

“MUI mengutuk serangan Israel yang didukung oleh Amerika karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan Pembukaan UUD 1945,” demikian kutipan pernyataan resmi lembaga tersebut.

MUI juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam serangan gabungan Israel-Amerika pada 28 Februari 2026.

Dalam pernyataannya, MUI menyebut almarhum sebagai syahid dan mendoakan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Terkait serangan balasan Iran ke sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer Amerika Serikat, MUI menilai langkah tersebut sebagai bentuk pembelaan diri.

Menurut MUI, serangan yang menyasar pangkalan militer dapat dibenarkan dalam kerangka hukum internasional sebagai respons atas agresi sebelumnya.

Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong negara-negara di dunia untuk mengambil peran sebagai juru damai guna menghentikan penggunaan kekuatan militer sebagai instrumen tekanan politik.

Secara khusus, MUI meminta pemerintah Indonesia meninjau ulang keanggotaan dalam Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Menurut MUI, langkah tersebut perlu diambil karena keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan ke Iran dinilai bertentangan dengan komitmen perdamaian yang diklaim melalui forum tersebut.

(Im)

Baca Juga :  Sudin Naker Jakarta Pusat Gagas Program Hemat Energi, Dorong ASN Terapkan Budaya Sadar Listrik

Berita Terkait

Aturan Baru Tilang Manual 2026 dan Denda Naik 150 Persen, Korlantaspolri Buka Suara
Percepat Penangan Listrik dan Stabilitas BBM, Prabowo Intrusikan Bahlil Ambil Langkah Penyelesaian
Sudaryono Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN Perkuat Program MBG
Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, Indonesia Raih Penghargaan PBB
Presiden Prabowo: Proyek LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi Nasional
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter untuk Kapal Nelayan 30–200 GT
Prabowo Resmi Luncurkan Biodiesel B50, Tonggak Baru Menuju Kemandirian Energi

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:56

Aturan Baru Tilang Manual 2026 dan Denda Naik 150 Persen, Korlantaspolri Buka Suara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:33

Percepat Penangan Listrik dan Stabilitas BBM, Prabowo Intrusikan Bahlil Ambil Langkah Penyelesaian

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:48

Sudaryono Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN Perkuat Program MBG

Senin, 20 Juli 2026 - 21:03

Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, Indonesia Raih Penghargaan PBB

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:15

Presiden Prabowo: Proyek LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi Nasional

Berita Terbaru

Berita

Play OJO Casino Slots and Games Experience

Sabtu, 8 Agu 2026 - 14:07