INTERNASIONAL,Detikfaktual.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa militer AS telah memulai “operasi tempur besar-besaran” di Iran, setelah Israel sebelumnya mengumumkan telah meluncurkan serangan rudal terhadap negara tersebut. Pernyataan itu menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan kawasan Timur Tengah yang kian memanas.

Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi pihaknya telah meluncurkan gelombang pertama serangan balasan berskala besar berupa rudal dan drone ke arah Israel. Serangan tersebut disebut sebagai respons langsung atas operasi militer yang menargetkan wilayah Iran.

Di kawasan Teluk, Bahrain melaporkan bahwa serangan rudal turut menargetkan markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut Amerika Serikat yang bermarkas di negara tersebut. Sementara itu, otoritas Qatar menyatakan satu rudal berhasil dicegat di wilayah udaranya.


Ledakan juga dilaporkan terjadi di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, meskipun rincian penyebab dan dampaknya belum dikonfirmasi secara resmi. Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dilaporkan menutup wilayah udaranya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi eskalasi lebih lanjut.

Di Iran, beberapa ledakan terdengar di ibu kota Teheran serta sejumlah lokasi lain di berbagai wilayah negara tersebut. Situasi keamanan dilaporkan terus berkembang, sementara otoritas setempat belum memberikan keterangan rinci mengenai target maupun dampak serangan.

Belum ada pernyataan resmi langsung dari pemerintah Iran terkait operasi militer yang dilaporkan berlangsung. Namun, media pemerintah Iran menyebut Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi “aman dan sehat”.