INTERNASIONAL,Detikfaktual.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa tujuan militer Washington telah tercapai, sekaligus menyatakan negosiasi dengan Iran hampir mencapai titik terobosan menuju kesepakatan damai jangka panjang.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut pihaknya telah melampaui target yang ditetapkan dalam operasi militer. Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi diplomatik dengan Teheran menunjukkan perkembangan signifikan.
“Kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan sudah sangat jauh dalam mencapai kesepakatan pasti mengenai perdamaian jangka panjang,” ujar Trump.
Trump mengungkapkan bahwa pemerintah AS telah menerima “proposal 10 poin” dari Iran yang dinilai sebagai dasar yang dapat diterapkan dalam proses negosiasi. Menurutnya, sebagian besar isu utama yang selama ini menjadi sumber perselisihan telah dibahas.
Ia menambahkan, jeda waktu dua pekan yang diberikan diharapkan menjadi momentum bagi kedua pihak untuk merampungkan kesepakatan. Trump bahkan menyebut konflik yang berkepanjangan berpotensi segera berakhir.
“Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati,” katanya, seraya menyebut momen tersebut sebagai “suatu kehormatan” dalam upaya mencapai perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.
Pernyataan ini menandai penurunan signifikan dalam retorika yang sebelumnya memanas, meski situasi di lapangan masih dinamis dan sangat bergantung pada respons Iran terhadap sejumlah persyaratan yang diajukan.
Perubahan sikap tersebut terjadi setelah sehari penuh ketegangan, di mana Trump sempat melontarkan ancaman keras untuk menghancurkan infrastruktur vital Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran global, mengguncang pasar energi dan keuangan, serta menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Sekretaris Jenderal PBB dan Paus Leo.
Menjelang tenggat waktu pukul 20.00 EDT yang ditetapkan Trump, serangan militer AS dan Israel dilaporkan semakin intensif. Target serangan mencakup jembatan kereta api, jalan raya, bandara, hingga fasilitas petrokimia. Pasukan AS juga dilaporkan menyerang Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.
Di sisi lain, Iran merespons dengan sinyal eskalasi. Teheran menyatakan tidak akan lagi menahan diri untuk menargetkan infrastruktur di negara-negara Teluk. Mereka juga mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal di Teluk serta kompleks petrokimia utama di Arab Saudi. Sementara itu, ledakan dilaporkan terdengar di Doha pada Selasa malam, berdasarkan keterangan saksi kepada Reuters.
Konflik yang telah memasuki pekan keenam ini dilaporkan menelan lebih dari 5.000 korban jiwa di hampir selusin negara. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.600 korban merupakan warga sipil di Iran, berdasarkan estimasi resmi dan laporan lembaga hak asasi manusia.
(Asp)








