Detikfaktual – Pemerintah Iran menegaskan gelombang kerusuhan yang melanda negara tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh campur tangan negara-negara asing. Pemerintah Teheran menilai instabilitas yang terjadi merupakan bagian dari skenario yang dirancang untuk melemahkan kedaulatan nasional dan mengguncang keamanan dalam negeri.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka mengalihkan sorotan dari persoalan ekonomi yang tersendat serta isu penindasan terhadap perbedaan pendapat. Ia justru menuding musuh geopolitik lama Iran, yakni Israel dan Amerika Serikat, sebagai pihak yang berada di balik meningkatnya kerusuhan di berbagai wilayah.
Dikutip Al Jazeera Rabu (14/1/2026), Pezeshkian menyatakan bahwa “pihak yang sama yang menyerang negara ini” selama perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu kini kembali “berupaya meningkatkan kerusuhan”. Menurutnya, pola serangan dan provokasi yang terjadi menunjukkan adanya kesinambungan dengan konflik sebelumnya.
Pezeshkian juga menuding adanya pelatihan terhadap sejumlah pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, yang bertujuan menciptakan kekacauan. Ia menyebut masuknya “teroris dari luar” sebagai faktor utama yang memperparah situasi keamanan di Iran.
Presiden Iran itu mengklaim kelompok-kelompok tersebut bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah pasar di Kota Rasht, Iran utara. Selain itu, sejumlah masjid dilaporkan menjadi sasaran pembakaran, yang menurut pemerintah merupakan upaya untuk memicu konflik sosial dan sektarian.
Pemerintah Iran menilai tudingan keterlibatan asing ini bukan tanpa dasar. Aparat keamanan, kata Pezeshkian, telah mengantongi bukti adanya jaringan dan dukungan eksternal yang berupaya mengeksploitasi ketegangan internal demi kepentingan geopolitik tertentu.
Di tengah situasi yang memanas, kekhawatiran akan intervensi asing secara langsung dinilai kian menguat. Hal ini seiring pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berulang kali mengisyaratkan kesiapan Washington untuk melakukan serangan terhadap Iran.
Kondisi tersebut menambah kompleksitas krisis yang dihadapi Teheran. Sementara pemerintah terus menegaskan adanya campur tangan asing, tekanan ekonomi, keresahan publik, dan eskalasi ancaman eksternal menjadi tantangan besar bagi stabilitas Iran dalam waktu dekat.
(Ap)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.