Jakarta,Detikfaktial.com – Pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan kereta api kerakyatan sebagai pilihan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini. Program ini dihadirkan untuk memberikan alternatif perjalanan yang lebih layak bagi masyarakat luas.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis usai meninjau langsung kesiapan armada, termasuk peluncuran kereta api tersebut di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan optimal menjelang arus mudik.
Teddy menjelaskan, kereta api kerakyatan merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk memperkuat dukungan transportasi bagi masyarakat saat musim mudik. Pemerintah ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas transportasi yang layak.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, pembaruan interior kereta telah dilakukan sekitar tiga bulan lalu. Pembenahan ini difokuskan pada peningkatan kenyamanan penumpang, sehingga perjalanan jarak jauh dapat terasa lebih menyenangkan.
Dari sisi tarif, harga tiket tetap terjangkau bahkan lebih rendah selama periode mudik. Untuk rute Jakarta–Yogyakarta misalnya, yang biasanya berkisar Rp250 ribu, kini dijual antara Rp135 ribu hingga Rp175 ribu, dengan fasilitas full AC, toilet bersih, serta kursi nyaman yang tidak saling berhadapan.
Selain itu, KAI juga melakukan peningkatan layanan secara menyeluruh, mulai dari peremajaan armada, peningkatan sistem keselamatan perjalanan, hingga pembaruan fasilitas stasiun termasuk Stasiun Gambir. Upaya ini dilakukan guna memastikan perjalanan masyarakat lebih aman, nyaman, dan tepat waktu.
Seskab berharap berbagai langkah tersebut dapat mendukung kelancaran mudik Lebaran tahun ini sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan selamat hingga tujuan.
Inisiatif ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan transportasi publik yang lebih baik, menjadikan mudik tidak sekadar perjalanan, tetapi juga pengalaman yang lebih manusiawi, nyaman, dan terjangkau bagi jutaan masyarakat.
(Gwn)













