Internasional, Detikfaktual.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa Presiden Donald Trump lebih mengedepankan jalur diplomasi dalam upaya mengakhiri konflik dengan Iran.
Rubio mengatakan komunikasi antara kedua pihak saat ini masih berlangsung melalui perwakilan, meskipun ketegangan di kawasan terus meningkat.
“Pembicaraan dengan Teheran sedang berlangsung melalui jalur perwakilan,” ujar Rubio, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (30/3/2026).
Sebelumnya, Presiden Trump sempat melontarkan ancaman keras dengan menyebut akan menargetkan infrastruktur energi sipil Iran, termasuk pembangkit listrik, sumur minyak, hingga fasilitas strategis di Pulau Kharg, apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Di tengah situasi tersebut, eskalasi konflik juga memicu insiden di sejumlah wilayah. Kebakaran dilaporkan terjadi di kilang minyak Bazan yang berada di Kota Haifa, Israel utara, usai serangan rudal.
Sementara itu, pemerintah Irak mengonfirmasi seorang pekerja asal India tewas dalam serangan yang menyasar pembangkit listrik dan pabrik desalinasi. Negara-negara Teluk lainnya juga melaporkan keberhasilan pencegatan sejumlah drone dan rudal yang diduga terkait dengan konflik Iran.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi masih diupayakan, ketegangan militer di kawasan Timur Tengah belum mereda.
(gwn)








