Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam dari AS, Konflik Kian Memanas

Sabtu, 4 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INTERNASIONAL, Detikfaktual.com – Upaya diplomatik terbaru untuk meredakan konflik di Timur Tengah kembali menemui jalan buntu setelah Iran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Amerika Serikat. Penolakan tersebut muncul di tengah meningkatnya intensitas serangan militer dan memburuknya situasi keamanan di kawasan.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars News Agency pada Jumat (3/4/2026), proposal tersebut disampaikan kepada Teheran melalui sebuah negara yang disebut sebagai “bersahabat” pada Kamis. Media tersebut mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut.

Baca Juga :  Gerbang Sekolah Digembok, Ratusan Siswa SMK PGRI 24 Jakarta Terlantar


Sumber itu menambahkan bahwa Washington meningkatkan upaya diplomatik untuk mengamankan gencatan senjata, terutama setelah serangan Iran menargetkan “depot pasukan militer” Amerika Serikat di Pulau Bubiyan, Pulau Bubiyan, yang berada di wilayah Kuwait.

Menurut laporan Fars, penilaian yang beredar menyebut proposal tersebut diajukan setelah krisis di kawasan meningkat dan muncul “masalah serius” bagi pasukan AS akibat “kesalahan perhitungan” Washington terhadap kemampuan militer Iran.

Laporan itu juga menyebut bahwa respons Iran terhadap tawaran tersebut tidak diberikan secara tertulis, melainkan melalui kelanjutan serangan di medan tempur.

Baca Juga :  Satpol PP Tangerang Tertibkan 81 Lapak dan Kios di Eks TPPS Pasar Cisoka


Perang yang meningkat ini bermula pada 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan bersama terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta aset Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah, memperluas konflik dan meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut di kawasan.

(IM)



Berita Terkait

Sopir Angkutan Barang Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Kadishub Usai Dugaan Pungli Viral
Ketua PWI DKI Jakarta Resmi Lantik Bambang, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Wartawan
Marak Aksi Tawuran dan Curanmor Kapolsek Ajak Warga Kelapa Indah Jaga Kamtibmas
Guncang GBK The Virgin Meriahkan LokaryaFest 2026
PWI Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya
Forum Pemred: Respons Hotman Merendahkan Profesi Wartawan
Camat Cengkareng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 dan Bagikan Sembako
Polri Limpahkan Tersangka Kasus Korupsi ke Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:44

Sopir Angkutan Barang Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Kadishub Usai Dugaan Pungli Viral

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:36

Ketua PWI DKI Jakarta Resmi Lantik Bambang, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Wartawan

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:30

Marak Aksi Tawuran dan Curanmor Kapolsek Ajak Warga Kelapa Indah Jaga Kamtibmas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:14

Guncang GBK The Virgin Meriahkan LokaryaFest 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:06

PWI Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya

Berita Terbaru