BEKASI, Detikfaktual.com – Dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum Dinas Perhubungan Kota Bekasi terhadap sopir angkutan barang hingga jutaan rupiah kembali viral di media sosial.
Dugaan pungli tersebut memicu reaksi sopir angkutan barang. Mereka mendesak Walikota Bekasi untuk mengevaluasi kinerja Kadishub.
Ketua Komunitas Sopir Jakarta Barat, Iwan Kobra, mengatakan dugaan pungli terhadap sopir angkutan barang bukan pertama kali terjadi, terutama pada kendaraan yang berasal dari luar daerah.
“Rekan-rekan sopir sudah tahu pungli di Bekasi sudah sejak lama dan tidak pernah hilang, sering terjadi terhadap kendaraan dari luar daerah,” katanya, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Iwan, lemahnya pengawasan dan buruknya sistem pembinaan menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap kinerja Kadishub Kota Bekasi sebagai penanggung jawab anggotanya.
“Sistem pembinaan dan lemahnya pengawasan membuat para oknum bawahannya leluasa melakukan pungli. Karena itu, para sopir angkutan barang mendesak Pemkot Bekasi untuk mengevaluasi Kadishub Kota Bekasi sebagai pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menilai Kadishub Kota Bekasi belum tegas dan transparan dalam menindak bawahannya yang diduga melakukan pungli sehingga praktik serupa terus berulang.
“Kami tidak pernah tahu oknum Dishub dipecat atau tidak. Hari ini hilang, besok muncul lagi. Setelah viral baru sibuk,” katanya.
Iwan mengungkapkan, bersama Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI), pihaknya pernah menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi terkait dugaan pungli.
“Dulu kami bersama RBPI pernah demo soal pungli. Sopir saat kendaraannya mogok tetap dipungli. Sekarang pungli kembali viral lagi, sangat meresahkan,” pungkasnya.
(Red)


Tinggalkan Balasan