Spanyol Usir Pesawat Tanker AS dari Pangkalan Militernya, Tegaskan Tak Dukung Serangan ke Iran

Rabu, 4 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Madrid, Detikfaktual.com — Pemerintah Spanyol memerintahkan pemindahan sejumlah pesawat tanker KC-135 Stratotanker milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dari dua pangkalan udara di wilayahnya, menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Berdasarkan data situs pelacakan penerbangan Flightradar24, sedikitnya 15 pesawat tanker KC-135 tercatat meninggalkan pangkalan militer Rota dan Moron di Spanyol selatan sejak operasi militer terhadap Iran dimulai.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares, seperti dilaporkan Reuters, menegaskan bahwa Madrid tidak akan mengizinkan pangkalan militernya digunakan untuk menyerang Iran. Ia menekankan bahwa meski fasilitas tersebut dikelola bersama dengan AS, kedaulatan tetap berada di tangan Spanyol.

“Pangkalan Spanyol tidak digunakan untuk operasi ini dan tidak akan digunakan untuk apa pun yang tidak termasuk dalam perjanjian dengan Amerika Serikat atau untuk apa pun yang tidak sesuai dengan Piagam PBB,” tegas Albares.

Laporan menyebutkan, setidaknya tujuh pesawat tanker telah dipindahkan ke Pangkalan Udara Ramstein di Jerman, sementara dua lainnya menuju Prancis. Sisanya dilaporkan meninggalkan wilayah udara Spanyol menuju lokasi yang belum dirinci secara terbuka.

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menjelaskan bahwa pesawat-pesawat tanker AS tersebut sebelumnya ditempatkan secara permanen di Spanyol sebagai bagian dari kerja sama pertahanan bilateral.

Langkah Madrid ini dinilai mempertegas jarak politik Spanyol terhadap operasi militer AS dan Israel di Iran. Sikap tersebut disebut-sebut telah memperburuk hubungan diplomatik antara Spanyol dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Inggris sempat menolak penggunaan pangkalan udaranya untuk kepentingan serangan terhadap Iran. Namun, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada hari berikutnya mengizinkan kembali penggunaan fasilitas militer Inggris dengan alasan pertahanan diri kolektif.

Ketegangan geopolitik di Eropa dan Timur Tengah pun kian meningkat, seiring perbedaan sikap negara-negara sekutu Barat terhadap eskalasi konflik dengan Iran.

(AR)

Baca Juga :  Iran Ancam Balasan Lebih Besar terhadap Sekutu Amerika Serikat

Berita Terkait

Sopir Angkutan Barang Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Kadishub Usai Dugaan Pungli Viral
Ketua PWI DKI Jakarta Resmi Lantik Bambang, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Wartawan
Marak Aksi Tawuran dan Curanmor Kapolsek Ajak Warga Kelapa Indah Jaga Kamtibmas
Guncang GBK The Virgin Meriahkan LokaryaFest 2026
PWI Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya
Forum Pemred: Respons Hotman Merendahkan Profesi Wartawan
Camat Cengkareng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 dan Bagikan Sembako
Polri Limpahkan Tersangka Kasus Korupsi ke Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:44

Sopir Angkutan Barang Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Kadishub Usai Dugaan Pungli Viral

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:36

Ketua PWI DKI Jakarta Resmi Lantik Bambang, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Wartawan

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:30

Marak Aksi Tawuran dan Curanmor Kapolsek Ajak Warga Kelapa Indah Jaga Kamtibmas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:14

Guncang GBK The Virgin Meriahkan LokaryaFest 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:06

PWI Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya

Berita Terbaru