SSI Serukan Persatuan Nasional, Sopir Siap Suarakan Tuntutan ke Pemerintah

Kamis, 14 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SSI menyuarakan keresahan para pengemudi transportasi di Indonesia. Mulai dari transisi transportasi di Jawa Timur yang dinilai mematikan angkutan umum konvensional, hingga ketidakjelasan regulasi ODOL dan sistem Barcode BBM yang dianggap menyulitkan sopir logistik

SSI menyuarakan keresahan para pengemudi transportasi di Indonesia. Mulai dari transisi transportasi di Jawa Timur yang dinilai mematikan angkutan umum konvensional, hingga ketidakjelasan regulasi ODOL dan sistem Barcode BBM yang dianggap menyulitkan sopir logistik

MALANG,Detikfaktual.com – Gelombang keresahan di kalangan pengemudi transportasi disebut kian memuncak. Serikat Sopir Indonesia (SSI) menyatakan tengah menggalang kekuatan besar untuk memperjuangkan hak-hak para pengemudi yang dinilai selama ini terabaikan, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Konsolidasi tersebut dilakukan menyusul berbagai persoalan yang dihadapi sopir angkutan umum hingga pengemudi logistik di sejumlah daerah, termasuk terkait kebijakan transportasi dan regulasi operasional yang dianggap memberatkan.

Salah satu sorotan utama SSI tertuju pada kondisi transportasi di Jawa Timur, khususnya di wilayah Malang. SSI menilai proses transisi sistem transportasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum memberikan solusi nyata bagi sopir angkutan umum konvensional yang terdampak perubahan kebijakan.

Pengurus Pusat SSI, Achmad Basori, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi nasional guna menuntut tanggung jawab pemerintah terhadap nasib para pengemudi.

“Kami sedang menyusun kekuatan. Rekan-rekan sopir angkutan umum kehilangan mata pencaharian karena Pemprov Jatim tidak becus mengurus transisi transportasi. Kebijakan yang diambil justru mematikan nasib rakyat kecil di jalanan,” ujar Achmad Basori dalam keterangannya, Kamis(14/5/2026).

Baca Juga :  Arab Saudi Tegaskan Netralitas, Tolak Wilayah Udaranya Digunakan AS Serang Iran

Tak hanya persoalan di daerah, SSI juga menyoroti regulasi nasional yang dinilai membingungkan dan memberatkan pengemudi logistik. Dua isu yang menjadi perhatian utama yakni ketidakjelasan aturan ODOL (Over Dimension Over Load) serta sistem Barcode BBM yang disebut kerap menyulitkan operasional kendaraan di lapangan.

SSI menyebut dalam waktu dekat akan mengirim delegasi ke Jakarta untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah pusat.

“Kami sedang bersiap menuju Ibu Kota. Masalah ODOL ini arahnya tidak kunjung jelas dan selalu menempatkan sopir sebagai pihak yang disalahkan. Kami menuntut regulasi yang adil dan tidak tumpang tindih,” kata Basori.

Menurut SSI, perjuangan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan seluruh pekerja sektor transportasi, baik pengemudi angkutan penumpang maupun logistik, agar memperoleh perlindungan dan keadilan yang sama.

Tuntutan utama sopir ke pemerintah

SSI menyuarakan sejumlah tuntutan utama kepada pemerintah terkait persoalan transportasi dan logistik nasional yang dinilai semakin membebani para pengemudi di lapangan.

Baca Juga :  Manipulasi Status Penyelesaian Laporan JAKI Direspons Stafsus Gubernur DKI Jakarta

Salah satu tuntutan yang disorot yakni evaluasi kebijakan transisi transportasi di Jawa Timur. SSI menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap sopir angkutan, distribusi barang, hingga kestabilan sektor logistik nasional.

Selain itu, SSI juga meminta adanya kepastian regulasi terkait kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut mereka, penegakan aturan tidak seharusnya hanya menyasar sopir di lapangan, melainkan juga pemilik barang dan pengusaha yang dinilai turut bertanggung jawab atas praktik pelanggaran muatan.

SSI turut mendesak perbaikan sistem Barcode BBM yang selama ini dianggap kerap menghambat operasional armada dan distribusi logistik di berbagai daerah.

“Perjuangan ini bukan hanya soal perut hari ini, tapi soal masa depan profesi pengemudi di Indonesia. Kami mengharapkan keadilan yang nyata, bukan sekadar janji di atas kertas,”tutupnya.

(Ridwan)

Berita Terkait

Aturan Baru Tilang Manual 2026 dan Denda Naik 150 Persen, Korlantaspolri Buka Suara
Percepat Penangan Listrik dan Stabilitas BBM, Prabowo Intrusikan Bahlil Ambil Langkah Penyelesaian
Sopir Angkutan Barang Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Kadishub Usai Dugaan Pungli Viral
Ketua PWI DKI Jakarta Resmi Lantik Bambang, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Wartawan
Marak Aksi Tawuran dan Curanmor Kapolsek Ajak Warga Kelapa Indah Jaga Kamtibmas
Guncang GBK The Virgin Meriahkan LokaryaFest 2026
Sudaryono Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN Perkuat Program MBG
PWI Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:56

Aturan Baru Tilang Manual 2026 dan Denda Naik 150 Persen, Korlantaspolri Buka Suara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:33

Percepat Penangan Listrik dan Stabilitas BBM, Prabowo Intrusikan Bahlil Ambil Langkah Penyelesaian

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:44

Sopir Angkutan Barang Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Kadishub Usai Dugaan Pungli Viral

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:36

Ketua PWI DKI Jakarta Resmi Lantik Bambang, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Wartawan

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:30

Marak Aksi Tawuran dan Curanmor Kapolsek Ajak Warga Kelapa Indah Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru