JAKARTA, DETIKFAKTUAL — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan pentingnya peran Pejabat Utama (PJU) dalam merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika lalu lintas yang semakin kompleks. Hal itu disampaikan saat memimpin apel pagi di Lapangan NTMC Polri, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Dalam arahannya, Agus meminta seluruh pejabat utama untuk aktif berdiskusi dan menyusun strategi yang adaptif terhadap perubahan situasi di lapangan. “Saya minta kepada seluruh PJU untuk bisa menjabarkan ini, dan tolong kita diskusikan langkah terbaik seperti apa. Kondisi saat ini menuntut kita berpikir strategis dan bertindak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Agus.
Ia menekankan perlunya perubahan pola pikir dan pola tindak bagi seluruh personel lalu lintas. Menurutnya, anggota Polantas di lapangan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal pelayanan publik berbasis teknologi dan kedekatan sosial.
“Saya hanya berharap, ketika masyarakat berurusan dengan Polantas, mereka bisa berkata satu hal: terima kasih. Terima kasih karena Polantas sudah bekerja dengan hati dan dengan teknologi,” ujarnya.
Pendekatan Edukatif dan Humanis
Agus juga menyoroti pentingnya pendekatan edukatif dalam penegakan hukum lalu lintas melalui program Polantas Menyapa. Ia mengimbau jajarannya untuk lebih mengedepankan komunikasi dan pembinaan kepada pelanggar, bukan semata-mata penindakan.
“Saya bersama seluruh PJU sudah merumuskan langkah terbaik untuk menjawab tantangan saat ini. Polantas Menyapa menjadi program utama kami. Cerminan masyarakat di lapangan adalah cerminan kita sebagai anggota kepolisian,” katanya.
Program tersebut, menurut Agus, telah mendapat respons positif dari masyarakat. Berdasarkan hasil analisis media, tanggapan publik terhadap Polantas Menyapa tercatat seratus persen positif. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran. Hasil analisa media menunjukkan program Polantas Menyapa diterima dengan baik oleh masyarakat,” ungkapnya.
Revitalisasi ETLE dan Digitalisasi Layanan
Dalam kesempatan yang sama, Kakorlantas menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Direktorat Lalu Lintas atas dukungan terhadap revitalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan digitalisasi pelayanan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident).
“Dengan revitalisasi ETLE, penegakan hukum kini lebih efektif. Bahkan generasi muda, terutama Gen Z, turut mendukung. Karena itu, penegakan hukum 95 persen kini dilakukan melalui ETLE, dan hanya 5 persen melalui tilang manual,” jelas Agus.
Dukungan Kapolri dan Kolaborasi dengan Komunitas
Agus juga mengungkapkan bahwa program Polantas Menyapa mendapat perhatian langsung dari Kapolri. Melalui kegiatan safari ke berbagai daerah, Kapolri menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara Polantas dan masyarakat, termasuk komunitas pengemudi ojek daring di Jakarta.
“Saya berterima kasih atas dukungan seluruh jajaran. Mari kita optimalkan dan perkuat kedekatan dengan masyarakat. Diterimanya Polantas di tengah masyarakat merupakan bagian dari proses perubahan kultur menuju polisi yang benar-benar menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.