Ketegangan Amerika dan Iran meningkat, Washington tarik personel di Beirut.

Selasa, 24 Februari 2026 - 04:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (foto.istimewa)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (foto.istimewa)

Washington, Detikfaktual.com — Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menarik personel pemerintah non-esensial beserta anggota keluarga mereka yang memenuhi syarat dari Kedutaan Besar AS di Beirut, Lebanon.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan pada Senin, seperti dikutip Reuters, Selasa (24/2), langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran atas risiko konflik militer dengan Iran.

“Kami secara berkelanjutan menilai lingkungan keamanan. Berdasarkan peninjauan terbaru, kami memandang perlu untuk mengurangi kehadiran kami menjadi personel esensial,” kata pejabat tersebut dengan syarat anonim.

Ia menegaskan Kedutaan Besar AS tetap beroperasi dengan staf inti. “Ini merupakan langkah sementara untuk memastikan keselamatan personel kami, sambil tetap mempertahankan kemampuan operasional dan pelayanan bagi warga negara AS,” ujarnya.

Amerika Serikat saat ini memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. Presiden Donald Trump pekan lalu memperingatkan bahwa “hal-hal yang sangat buruk akan terjadi” jika tidak tercapai kesepakatan untuk menyelesaikan sengketa lama terkait program nuklir Iran. Teheran sebelumnya mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di kawasan tersebut jika diserang.

Dalam kabel internal Departemen Luar Negeri yang dilihat Reuters disebutkan, pegawai yang menempati posisi darurat dan ingin meninggalkan pos diminta meninjau pengaturan alternatif untuk memastikan fungsi operasional tetap berjalan serta berkonsultasi dengan kantor eksekutif biro regional masing-masing.

Pada hari yang sama, Departemen Luar Negeri AS juga memperbarui imbauan perjalanan ke Lebanon dengan kembali menegaskan peringatan agar warga negara AS tidak bepergian ke negara tersebut. Personel kedutaan yang masih berada di Beirut dibatasi untuk tidak melakukan perjalanan pribadi tanpa izin sebelumnya, dengan kemungkinan penerapan pembatasan tambahan sewaktu-waktu seiring meningkatnya ancaman keamanan.

Baca Juga :  Rem Blong Diduga Pemicu Kecelakaan Beruntun Maut di Cikampek

Kepentingan Amerika Serikat berulang kali menjadi sasaran di Lebanon pada dekade 1980-an selama perang saudara 1975–1990. Washington menyalahkan Hizbullah yang didukung Iran atas sejumlah serangan, termasuk bom bunuh diri 1983 terhadap markas Marinir AS di Beirut yang menewaskan 241 prajurit, serta serangan terhadap Kedutaan Besar AS yang menewaskan 49 staf.

Sementara itu, ketegangan diplomatik terkait program nuklir Iran masih berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Minggu menyatakan ia memperkirakan akan bertemu dengan utusan khusus Presiden Trump, Steve Witkoff, di Jenewa pada Kamis (26/2), seraya menilai masih terdapat “peluang besar” bagi solusi diplomatik.

Baca Juga :  Gerak-gerik Mencurigakan Berujung Penangkapan, Polisi Amankan Pelaku Curanmor di Batuceper

Namun kedua pihak dilaporkan masih terbelah tajam, termasuk terkait cakupan dan tahapan pelonggaran sanksi AS, setelah dua putaran perundingan. Mengutip pejabat dari kedua pihak serta diplomat di kawasan Teluk dan Eropa, Reuters melaporkan bahwa Teheran dan Washington bergerak cepat menuju potensi konflik militer seiring memudarnya harapan penyelesaian diplomatik.

Bloomberg juga melaporkan, mengutip diplomat yang tidak disebutkan namanya, bahwa tuntutan agar Iran sepenuhnya menghentikan pengayaan uranium telah dikesampingkan dalam pembicaraan AS–Iran di Jenewa. Negosiasi kini disebut berfokus pada aspek teknis program nuklir, termasuk lokasi, tingkat, dan jumlah sentrifugal.

Baca Juga :  Pelaku Curanmor di Tambora Ternyata Buronan Kasus Pembunuhan

Diplomat Iran tersebut menegaskan tidak ada pembahasan mengenai skema regional pengayaan uranium maupun pemindahan material nuklir Iran ke luar negeri.(*)

(sumber:IDNfinancials.com)

Berita Terkait

Prabowo Resmikan Munas XVI IPSI 2026–2030, Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa
Serius Berantas Korupsi, Pemerintah Selamatkan Ratusan Triliun dari Kawasan Hutan Ilegal
Ketegangan AS-Iran Memanas, Selat Hormuz Terancam Masuk Fase Baru
Usai Viral Laporan JAKI Diduga Dibalas AI, Warga Ramai Bagikan Pengalaman Serupa di Medsos
Tiga Langkah Strategis Camat Kresek Eka: Gempur Sampah, Siapkan TPS dan Bangun Kesadaran Warga
Prabowo Percepat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Target 100 Titik Rampung Mei 2026
Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Hampir Tembus Kesepakatan
Sopir Truk Kesulitan Daftar Ulang QR Code BBM Subsidi, Pengajuan Selalu Ditolak hingga Diminta Unggah BPKB

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:56 WIB

Prabowo Resmikan Munas XVI IPSI 2026–2030, Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa

Jumat, 10 April 2026 - 09:36 WIB

Ketegangan AS-Iran Memanas, Selat Hormuz Terancam Masuk Fase Baru

Rabu, 8 April 2026 - 12:41 WIB

Usai Viral Laporan JAKI Diduga Dibalas AI, Warga Ramai Bagikan Pengalaman Serupa di Medsos

Rabu, 8 April 2026 - 11:20 WIB

Tiga Langkah Strategis Camat Kresek Eka: Gempur Sampah, Siapkan TPS dan Bangun Kesadaran Warga

Rabu, 8 April 2026 - 08:03 WIB

Prabowo Percepat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Target 100 Titik Rampung Mei 2026

Berita Terbaru

sejumlah barang bukti yang diamankan, di antaranya beberapa unit sepeda motor berbagai jenis (Polres Metro Tangerang Kota)

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Ringkus Dua Pelaku Curanmor Lintas Wilayah yang Beraksi di 30 TKP

Minggu, 12 Apr 2026 - 14:56 WIB

Barang bukti narkotika jenis sabu yang dikemas dalam plastik klip bening beserta sejumlah unit handphone yang diamankan petugas Satresnarkoba Polres Dharmasraya

HUKUM & KRIMINAL

Polres Dharmasraya Gerebek Pesta Sabu, Lima Orang Diamankan

Sabtu, 11 Apr 2026 - 20:00 WIB