Janji Lurah Disorot, Ahli Waris Mengaku di Bohongi hingga Berujung Penutupan Jalan

Senin, 13 April 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ahli waris bersama tim kuasa hukum dilokasi penutupan jalan tanggul timur,kapuk

Foto ahli waris bersama tim kuasa hukum dilokasi penutupan jalan tanggul timur,kapuk

JAKARTA,Detikfaktual.com – Sengketa lahan yang tak kunjung menemukan penyelesaian selama 45 tahun mendorong ahli waris Saanah Binti Sainan mengambil langkah penutupan jalan secara permanen, Senin (13/4/2026).

Akibat penutupan tersebut Jalan Tanggul Timur Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat tidak bisa di gunakan kendaraan roda empat

Kuasa hukum ahli waris, H. Jaenal Abidin, SH, menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkesan tidak serius dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Empat puluh lima tahun mereka di gantung. Kalau satu tahun mungkin masih bisa ada kelonggaran, tapi ini sudah empat puluh lima tahun,” kata Jaenal.

Baca Juga :  Trotoar Dipenuhi Robot Pengantar Makanan Tuai Pro Kontra


Ia juga mengungkapkan adanya dugaan janji yang tidak di tepati oleh pihak terkait, termasuk soal ganti rugi pengaspalan jalan di lahan tersebut.

“Bahkan kita juga dibohongi oleh lurah, ini tanah di rapihin nanti dalam dua hari akan ketemu anggota dewan yang akan mengganti tanah ini.Tapi kami dibohongi dan ini aksi kami yang terakhir,”kata Jaenal (13/4/2026).

Sementara itu, salah satu ahli waris, Ari, mengaku tidak pernah mengetahui adanya persetujuan terkait pengaspalan jalan di atas lahan tersebut.

“Ini soal pengaspalan aja ya, bukan pembayaran tanah  bilangnya mau di bayar, Bu dewan,Lurah , Camat, kan walikota enggak mau ikut campur udah angkat tangan, ko malamnya diaspal bilangnya udah ijin saya,saya di bohongin,dijebak,”kata Ari.

Baca Juga :  Pasokan Energi Nasional Dipastikan Aman Meski Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz



(Rwn)

Berita Terkait

Sampah Menumpuk di Bojong Renged, Warga: Dimana Pemerintah Kabupaten Tangerang
Pemprov Banten akan Gelar Razia Pajak Kendaraan Mulai Juni 2026
Pemkot Jakbar Beri SP I kepada Penghuni Bangunan Pinggir Kali di Rawa Buaya
Kadis DLHK Kabupaten Tangerang Bungkam soal Sampah di Kali Bojong Renged
KSOP Pulang Pisau Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Baru
Pemkot Jakbar Uji Coba Eco Lindi untuk Netralisir Bau Sampah di Tambora
Sampah Menumpuk di Pintu Air Bojong Renged Tangerang, Warga Keluhkan Bau dan Pemandangan Kumuh
Pascabencana, Pemerintah Anggarkan Rp100 Triliun hingga 2028

Komentar

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:17 WIB

Sampah Menumpuk di Bojong Renged, Warga: Dimana Pemerintah Kabupaten Tangerang

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:25 WIB

Pemprov Banten akan Gelar Razia Pajak Kendaraan Mulai Juni 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 22:39 WIB

Pemkot Jakbar Beri SP I kepada Penghuni Bangunan Pinggir Kali di Rawa Buaya

Senin, 1 Juni 2026 - 12:51 WIB

Kadis DLHK Kabupaten Tangerang Bungkam soal Sampah di Kali Bojong Renged

Senin, 1 Juni 2026 - 11:13 WIB

KSOP Pulang Pisau Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Baru

Berita Terbaru