SSI Serukan Persatuan Nasional, Sopir Siap Suarakan Tuntutan ke Pemerintah

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SSI menyuarakan keresahan para pengemudi transportasi di Indonesia. Mulai dari transisi transportasi di Jawa Timur yang dinilai mematikan angkutan umum konvensional, hingga ketidakjelasan regulasi ODOL dan sistem Barcode BBM yang dianggap menyulitkan sopir logistik

SSI menyuarakan keresahan para pengemudi transportasi di Indonesia. Mulai dari transisi transportasi di Jawa Timur yang dinilai mematikan angkutan umum konvensional, hingga ketidakjelasan regulasi ODOL dan sistem Barcode BBM yang dianggap menyulitkan sopir logistik

MALANG,Detikfaktual.com – Gelombang keresahan di kalangan pengemudi transportasi disebut kian memuncak. Serikat Sopir Indonesia (SSI) menyatakan tengah menggalang kekuatan besar untuk memperjuangkan hak-hak para pengemudi yang dinilai selama ini terabaikan, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Konsolidasi tersebut dilakukan menyusul berbagai persoalan yang dihadapi sopir angkutan umum hingga pengemudi logistik di sejumlah daerah, termasuk terkait kebijakan transportasi dan regulasi operasional yang dianggap memberatkan.

Salah satu sorotan utama SSI tertuju pada kondisi transportasi di Jawa Timur, khususnya di wilayah Malang. SSI menilai proses transisi sistem transportasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum memberikan solusi nyata bagi sopir angkutan umum konvensional yang terdampak perubahan kebijakan.

Pengurus Pusat SSI, Achmad Basori, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi nasional guna menuntut tanggung jawab pemerintah terhadap nasib para pengemudi.

“Kami sedang menyusun kekuatan. Rekan-rekan sopir angkutan umum kehilangan mata pencaharian karena Pemprov Jatim tidak becus mengurus transisi transportasi. Kebijakan yang diambil justru mematikan nasib rakyat kecil di jalanan,” ujar Achmad Basori dalam keterangannya, Kamis(14/5/2026).

Baca Juga :  Warung Kelontong di Kalideres yang Menjual Obat Keras Ilegal di Gerebek Polisi

Tak hanya persoalan di daerah, SSI juga menyoroti regulasi nasional yang dinilai membingungkan dan memberatkan pengemudi logistik. Dua isu yang menjadi perhatian utama yakni ketidakjelasan aturan ODOL (Over Dimension Over Load) serta sistem Barcode BBM yang disebut kerap menyulitkan operasional kendaraan di lapangan.

SSI menyebut dalam waktu dekat akan mengirim delegasi ke Jakarta untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah pusat.

“Kami sedang bersiap menuju Ibu Kota. Masalah ODOL ini arahnya tidak kunjung jelas dan selalu menempatkan sopir sebagai pihak yang disalahkan. Kami menuntut regulasi yang adil dan tidak tumpang tindih,” kata Basori.

Menurut SSI, perjuangan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan seluruh pekerja sektor transportasi, baik pengemudi angkutan penumpang maupun logistik, agar memperoleh perlindungan dan keadilan yang sama.

Tuntutan utama sopir ke pemerintah

SSI menyuarakan sejumlah tuntutan utama kepada pemerintah terkait persoalan transportasi dan logistik nasional yang dinilai semakin membebani para pengemudi di lapangan.

Baca Juga :  HIKMAHBUDHI Audiensi dengan Bupati Tangerang, Soroti Guru Agama hingga Infrastruktur

Salah satu tuntutan yang disorot yakni evaluasi kebijakan transisi transportasi di Jawa Timur. SSI menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap sopir angkutan, distribusi barang, hingga kestabilan sektor logistik nasional.

Selain itu, SSI juga meminta adanya kepastian regulasi terkait kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut mereka, penegakan aturan tidak seharusnya hanya menyasar sopir di lapangan, melainkan juga pemilik barang dan pengusaha yang dinilai turut bertanggung jawab atas praktik pelanggaran muatan.

SSI turut mendesak perbaikan sistem Barcode BBM yang selama ini dianggap kerap menghambat operasional armada dan distribusi logistik di berbagai daerah.

“Perjuangan ini bukan hanya soal perut hari ini, tapi soal masa depan profesi pengemudi di Indonesia. Kami mengharapkan keadilan yang nyata, bukan sekadar janji di atas kertas,”tutupnya.

(Ridwan)

Berita Terkait

Sudis Tamhut Lakukan Penopingan di Jalan Kali Baru Timur, SDA Segara Keruk Kali Cengkareng Drain
Logo HUT Ke-81 RI Resmi Diumumkan, Karya Desainer Asal Padang
Jokowi di Rakorda PSI: Kader Partai harus ada Ditengah Masyarakat bukan hanya mendekati Pemilu
Ketegangan Selat Hormuz Kembali Memanas usai Kapal Kargo Diberondong di Pantai Oman
Hendra Primitif Sentil Pejabat: Jangan Minta Rakyat Taat Hukum Jika Sendiri Kebal Aturan
Soal Perizinan Penurunan TC di Jaksel Disorot, Kasatlantas Jaktim: Sudah Koordinasi dengan Jakarta Selatan
Ketum Lesim: Kinerja Hendri Hermawan Layak Diapresiasi, Program Balai Warga Hadir Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Langgar Perbup, Truk Tanah Berkeliaran di Kabupaten Tangerang

Komentar

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:30 WIB

Sudis Tamhut Lakukan Penopingan di Jalan Kali Baru Timur, SDA Segara Keruk Kali Cengkareng Drain

Senin, 29 Juni 2026 - 22:35 WIB

Logo HUT Ke-81 RI Resmi Diumumkan, Karya Desainer Asal Padang

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:59 WIB

Jokowi di Rakorda PSI: Kader Partai harus ada Ditengah Masyarakat bukan hanya mendekati Pemilu

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:31 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Kembali Memanas usai Kapal Kargo Diberondong di Pantai Oman

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:31 WIB

Hendra Primitif Sentil Pejabat: Jangan Minta Rakyat Taat Hukum Jika Sendiri Kebal Aturan

Berita Terbaru

Peristiwa

Lurah Kapuk Arief Pasang Badan Tangani Anak Diduga Gizi Buruk

Kamis, 2 Jul 2026 - 17:20 WIB