JAKARTA,Detikfaktual.com – Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/6/2026) malam, mengakibatkan ratusan warga terdampak dan sejumlah bangunan hangus terbakar.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung, mengatakan peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 21.10 WIB dan dilaporkan kepada petugas lima menit kemudian, yakni pukul 21.15 WIB. Api diduga pertama kali muncul dari dua rumah warga sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
“Kami menerima laporan kebakaran di kawasan Kebon Kosong Kemayoran pada malam hari dan langsung mengerahkan personel gabungan bersama petugas damkar ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Kombes Pol. Reynold dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan, Polres Metro Jakarta Pusat menerjunkan sekitar 200 personel kepolisian. Petugas membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga sekaligus memastikan proses penanganan kebakaran berjalan aman dan lancar.
“Sekitar 200 personel kami kerahkan untuk membantu warga mengevakuasi barang-barang milik mereka dan memastikan proses penanganan berjalan aman serta lancar,” katanya.
Polisi dirikan tenda pengungsian
Selain melakukan pengamanan dan evakuasi Polisi juga mendirikan tenda-tenda pengungsian dan dapur umum dikawasan kebon kosong untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi.
“Kita juga memasang tenda pengungsian di lokasi Kebon Kosong untuk warga terdampak agar bisa mendapatkan tempat penampungan sementara,” ungkap Kapolres.
Berdasarkan data sementara, sekitar 300 kepala keluarga dengan total kurang lebih 500 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka korban dilarikan ke Rumah sakit.
Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik. Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api secara pasti.
Dalam proses pemadaman dan pendinginan, lebih dari 25 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api dan mencegah munculnya titik api baru.
(Rd)







Komentar
Silakan login untuk berkomentar.