JAKARTA,Detikfaktual.com – Aksi massa yang mengecam dugaan penistaan agama berlangsung di depan Gedung Orang Tua (OT), kawasan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (14/8/2026).
Aksi ini menyebabkan kemacetan parah di sekitar lokasi, dengan kepadatan lalu lintas terpantau hingga satu kilometer dari titik aksi, termasuk dari arah bawah kolong Flyover Rawa Buaya menuju Cengkareng .
Massa yang tergabung dalam organisasi Front Persaudaraan Islam (FPI) memadati ruas jalan di depan gedung sekitar pukul 14.04 WIB .
Para peserta didominasi pria yang mengenakan pakaian koko dan peci, mereka berkumpul di sekitar sebuah mobil komando berwarna putih .
Dari atas mobil komando, orator menyampaikan tuntutan terkait dugaan penistaan Al-Quran yang dikaitkan dengan produk minuman beralkohol “Newport” milik Orang Tua Group dalam festival musik “Sound Project” di Ancol beberapa hari sebelumnya .
“Jangan biarkan Al Quran dinilai atau diperlakukan secara tidak semestinya. Kita harus bela kitab suci kita,” tegas orator menggunakan pengeras suara .
Aksi tersebut merupakan respons atas video viral yang memperlihatkan tantangan hafalan surat Ad-Dhuha dengan hadiah satu botol minuman beralkohol di booth Newport pada acara The Sound Project, Minggu (9/8/2026) .
Menanggapi hal ini, Direktur Newport, Handoko Sasongko, menyampaikan permohonan maaf langsung di hadapan massa dan menegaskan bahwa insiden tersebut bukan merupakan instruksi perusahaan .
“Izinkan saya memohon maaf kepada seluruh umat muslim atas kegaduhan yang terjadi saat ini. Kejadian di Ancol tersebut sepenuhnya merupakan kesalahan teknis di lapangan, bukan atas instruksi perusahaan, dan saat ini sudah dalam proses hukum di Polda,” ujar Handoko .
Polda Metro Jaya telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini, yaitu seorang MC, dua orang pemberi tantangan, dan satu orang peserta yang menerima hadiah . Mereka dijerat dengan Pasal 300 dan/atau Pasal 301 KUHP tentang penistaan agama .
Sebanyak 400 personel kepolisian dikerahkan untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi, termasuk mengatur lalu lintas yang padat imbas demonstrasi tersebut .*
(An)







