China Kembangkan Kapal Selam Tanpa Awak Terbesar di Dunia, Picu Kekhawatiran Internasional

Minggu, 5 April 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INTERNASIONAL, Detikfaktual.com – China kembali menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi militer maritim dengan menghadirkan kapal selam tanpa awak (unmanned underwater vehicle/UUV) berukuran raksasa yang kini disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia. Dalam parade militer tahun lalu, Beijing memamerkan dua model utama, yakni HSU001 dan AJX002, yang memiliki panjang mendekati 20 meter.

Lebih lanjut, citra satelit yang dianalisis sejumlah media Barat mengungkap keberadaan varian rahasia dengan ukuran melebihi 40 meter di sebuah instalasi angkatan laut China. Temuan ini memicu kekhawatiran internasional, khususnya di Amerika Serikat, terkait potensi penggunaan teknologi tersebut dalam konflik global.

Dimensi besar tersebut menempatkan platform ini dalam kategori baru yang dikenal sebagai kendaraan bawah air tanpa awak ekstra-ekstra besar (XXLUUV). Ukurannya jauh melampaui UUV terbesar milik Amerika Serikat saat ini, yakni “Orca” yang hanya memiliki panjang sekitar 15 meter.


Sejumlah analis pertahanan AS memperingatkan potensi kerentanan di sepanjang Pantai Barat Amerika. Kota-kota seperti Seattle, Oakland, Los Angeles, hingga Terusan Panama disebut sebagai target potensial dalam skenario konflik, meskipun belum ada bukti konkret mengenai rencana operasional tersebut.

Menanggapi kekhawatiran itu, pakar kapal selam China, Yan Zheping, menegaskan bahwa pengembangan model ultra-besar tersebut lebih difokuskan pada keamanan regional dan pengintaian defensif di wilayah pesisir. Dalam makalah yang diterbitkan di Journal of Ship Research China, Yan menyebut platform tersebut juga mendukung penelitian sipil dan pemantauan lingkungan.

Baca Juga :  Kabinet Merah Putih Diperkuat: Lima Menteri Baru Siap Jalankan Arahan Presiden Prabowo

Ia menambahkan, kapal-kapal tersebut dirancang untuk menghadapi operasi militer AS di kawasan strategis seperti Selat Taiwan dan Laut China Selatan, bukan untuk serangan lintas Pasifik. Pernyataan ini menjadi klarifikasi pertama terkait tujuan strategis program tersebut kepada publik internasional.

Dalam pengembangan generasi berikutnya, China disebut tengah mengintegrasikan teknologi mutakhir seperti reaktor nuklir mini untuk daya tahan operasi jangka panjang, serta sistem komunikasi kuantum dan neutrino yang memungkinkan transmisi data secara sulit terdeteksi.

Selain itu, UUV tersebut akan dilengkapi kecerdasan buatan tingkat lanjut untuk pengambilan keputusan otonom, serta sensor multi-spektrum yang mencakup deteksi akustik, optik, dan elektromagnetik. Teknologi navigasi canggih seperti pencocokan medan gravitasi dan giroskop atom juga disebut menjadi bagian dari sistemnya.

Yan juga menyoroti penggunaan material cerdas, termasuk robotika lunak dan komposit, yang memungkinkan produksi massal lebih efisien sekaligus meningkatkan performa operasional di lingkungan laut dalam.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pengembangan drone bawah air raksasa ini menghadapi tantangan besar, mulai dari aspek teknis hingga risiko pembiayaan. Menurutnya, perlombaan pengembangan teknologi ini masih berada pada tahap awal di tingkat global.

“Menciptakan UUV berkecepatan tinggi dan berukuran besar yang mampu beroperasi secara otonom selama berbulan-bulan membutuhkan integrasi rekayasa keandalan ekstrem, sistem energi mutakhir, dan kontrol cerdas sambil mengelola risiko fiskal yang besar,” tulis Yan dikutip SCMP Minggu(5/4/2026).

“Ini bukan hanya mencerminkan ambisi teknis, tetapi juga tekad strategis dan kapasitas industri suatu negara.

Baca Juga :  Pelaku Penembak Bripka Arya Supena Tewas Dalam Baku Tembak

 

(Ags)

Berita Terkait

Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad Bandung
Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja di Bandung
Menteri HAM Pigai Larang Polisi Tembak Begal, Hotman Paris: Apa Anda Cocok jadi Menteri?
Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan, Cadangan Beras RI Tembus 5,3 Juta Ton
APPN Ancam Gerakkan Massa Nasional Jika Keluhan Pengemudi Diabaikan hingga Juli 2026
Prabowo Terima Delegasi di Kartanegara saksikan MoU BPI dan Hisense
SSI Serukan Persatuan Nasional, Sopir Siap Suarakan Tuntutan ke Pemerintah
Presiden Prabowo Tinjau Shelter Nelayan Merah Putih di Gorontalo

Komentar

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:45 WIB

Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad Bandung

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:18 WIB

Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja di Bandung

Senin, 18 Mei 2026 - 10:14 WIB

Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan, Cadangan Beras RI Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:44 WIB

APPN Ancam Gerakkan Massa Nasional Jika Keluhan Pengemudi Diabaikan hingga Juli 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:13 WIB

Prabowo Terima Delegasi di Kartanegara saksikan MoU BPI dan Hisense

Berita Terbaru

Foto Istimewa Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja di Bandung

Nasional

Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja di Bandung

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:18 WIB

Sejumlah barang bukti yang diamankan dari para pelaku saat melakukan pembacokan brutal terhadap dua pemuda di kawasan Fly Over Taman Cibodas, Jatiuwung, Kota Tangerang, Jumat (22/5/2026). Dok.istw

Peristiwa

Polisi Tangkap Geng Motor Pelaku Pembacokan di Tangerang

Senin, 25 Mei 2026 - 22:24 WIB