Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Rp25 Miliar

Kamis, 16 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,Detikfaktual.com – Bareskrim Polri mengungkap sindikat penjualan phishing tools yang beroperasi lintas negara dengan keuntungan hingga Rp25 miliar. Dua tersangka berinisial GWL dan FYTP ditangkap di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2026).

Pengungkapan bermula dari patroli siber yang menemukan situs mencurigakan penjual skrip phishing. Penelusuran mengarah ke platform w3llstore.com yang terhubung dengan distribusi tools melalui bot Telegram.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyatakan temuan ini menguatkan adanya praktik penjualan alat kejahatan siber.

“Tools tersebut terbukti dapat digunakan untuk phishing, termasuk mencuri kredensial dan mengambil alih akun korban,” ujarnya.

Alat itu bekerja dengan menyedot data saat korban memasukkan username dan password. Bahkan, mampu mengambil sesi login sehingga pelaku bisa mengakses akun tanpa kode OTP.

Pengungkapan kasus ini turut melibatkan kerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk mengidentifikasi korban di Amerika Serikat serta menelusuri jaringan pengguna.

Baca Juga :  Ketua PWI DKI Jakarta Resmi Lantik Bambang, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Wartawan

Dalam perannya, GWL bertindak sebagai pembuat sekaligus pengelola tools dan distribusinya. Sementara FYTP mengatur aliran dana hasil kejahatan melalui kripto dan rekening bank. Transaksi juga dilakukan lewat Telegram dengan pembayaran berbasis kripto.

Hasil penyidikan menunjukkan korban tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri, menandakan kejahatan ini bersifat transnasional.

Polisi turut menyita aset sekitar Rp4,5 miliar berupa rumah, kendaraan, dan barang elektronik. Dari penelusuran transaksi sejak 2021 hingga 2026, kedua tersangka diperkirakan meraup Rp25 miliar.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengoplos Gas Bersubsidi


Irjen Pol. Johnny menegaskan pengungkapan ini merupakan komitmen Polri menjaga keamanan ruang digital.

“Ini menunjukkan kejahatan siber berdampak luas dan lintas negara. Polri akan terus menindak tegas serta memperkuat kerja sama internasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut menegaskan Indonesia bukan tempat aman bagi pelaku kejahatan siber.

“Keberhasilan ini memperkuat kepercayaan global terhadap Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan ekosistem digital,” pungkasnya.

Saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus untuk menelusuri pihak lain yang terlibat, termasuk pembeli dan pengguna phishing tools.***

(Asd)

Berita Terkait

Dibuntuti Polisi, Pria Berinisial YG Pengedar Obat Keras Dibekuk Petugas
Polisi Gagalkan 2.500 Butir Obat Keras Ilegal di Cengkareng
Kobra Kapuk Laporkan Akun Tiktok @Chanelachmadsobari ke Polres Metro Jakarta Barat
Sopir Angkutan Barang Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Kadishub Usai Dugaan Pungli Viral
Ketua PWI DKI Jakarta Resmi Lantik Bambang, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Wartawan
Marak Aksi Tawuran dan Curanmor Kapolsek Ajak Warga Kelapa Indah Jaga Kamtibmas
Dua Pria Pengedar Obat Keras di Dadap Diciduk Polisi
Guncang GBK The Virgin Meriahkan LokaryaFest 2026

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:36

Dibuntuti Polisi, Pria Berinisial YG Pengedar Obat Keras Dibekuk Petugas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:37

Polisi Gagalkan 2.500 Butir Obat Keras Ilegal di Cengkareng

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:52

Kobra Kapuk Laporkan Akun Tiktok @Chanelachmadsobari ke Polres Metro Jakarta Barat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:44

Sopir Angkutan Barang Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Kadishub Usai Dugaan Pungli Viral

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:36

Ketua PWI DKI Jakarta Resmi Lantik Bambang, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Wartawan

Berita Terbaru