TANGERANG,Detikfaktual.com – Ketua Pengurus Cabang (PC) HIKMAHBUDHI Kota Tangerang Selatan, Trio Anggara, menyampaikan keprihatinannya terhadap narasi yang beredar di media sosial terkait pelaksanaan Kongres HIKMAHBUDHI. Narasi tersebut menyebut sejumlah senior organisasi yang hadir dalam kongres turut mengarahkan dukungan kepada salah satu pasangan calon Ketua Umum.
Trio menilai informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang diketahuinya. Menurutnya, narasi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman sekaligus memperkeruh suasana pasca-kongres yang seharusnya menjadi momentum memperkuat persatuan organisasi.
“Saya menyayangkan masih adanya kegaduhan di media sosial, padahal Kongres telah selesai dilaksanakan dengan baik. Dinamika dalam organisasi adalah hal yang wajar, namun jangan sampai muncul tuduhan yang tidak memiliki dasar dan justru menyeret nama baik para senior,” ujar Trio (6/8/2026).
Ia juga menegaskan bahwa salah satu senior HIKMAHBUDHI Tangerang Selatan, Anes Dwi Prasetya, yang merupakan mantan Sekretaris Jenderal PP HIKMAHBUDHI periode 2016–2018 sekaligus pendiri PC HIKMAHBUDHI Tangerang Selatan, tidak pernah mengarahkan cabang Tangerang Selatan untuk mendukung salah satu pasangan calon Ketua Umum selama kongres berlangsung.
“Sepanjang yang saya ketahui sebagai Ketua PC HIKMAHBUDHI Tangerang Selatan, Kanda Anes hanya hadir pada saat pembukaan Kongres. Beliau tidak pernah mengintervensi proses pemilihan maupun mengarahkan kami untuk memilih kandidat tertentu. Bahkan dalam komunikasi dengan saya, beliau justru memberikan dukungan atas langkah saya sebagai calon Ketua Umum. Jika pun beliau memberikan nasihat, pesannya sederhana, yaitu agar setiap kader mempertimbangkan pilihannya dengan baik dan mengikuti hati nurani,” katanya.
Menurut Trio, perbedaan pilihan dalam sebuah kongres merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya dijadikan alasan untuk membangun opini yang dapat merugikan pihak lain, terutama para senior yang telah berkontribusi membesarkan HIKMAHBUDHI.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai menyusun narasi yang dapat mencederai kehormatan orang lain. Senior memiliki hak untuk hadir sebagai bagian dari keluarga besar HIKMAHBUDHI, namun kehadiran mereka tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai bentuk intervensi terhadap proses demokrasi organisasi,” tegasnya.
Selain memberikan klarifikasi, Trio turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, pimpinan sidang, peserta, serta seluruh pengurus cabang yang hadir dan berpartisipasi dalam Kongres Nasional HIKMAHBUDHI.
“Terlepas dari berbagai dinamika yang terjadi, saya mengapresiasi pelaksanaan Kongres yang dapat berjalan hingga selesai. Kehadiran hampir seluruh cabang menunjukkan bahwa semangat berorganisasi di HIKMAHBUDHI tetap hidup. Kini saatnya kita menghormati hasil kongres, mengakhiri perdebatan yang tidak produktif, dan kembali fokus membangun organisasi demi kepentingan kader serta umat Buddha,” ujarnya.
Pada akhir pernyataannya, Trio mengajak seluruh kader menjadikan hasil kongres sebagai titik awal konsolidasi organisasi, bukan sumber perpecahan.
“Mari kita jadikan HIKMAHBUDHI kembali ke jalannya sebagai organisasi yang satu, utuh, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh kader Buddhis Indonesia. Perbedaan pilihan dalam kontestasi adalah hal yang biasa, tetapi setelah kongres selesai, yang harus kita utamakan adalah persatuan, bukan lagi kubu-kubuan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi kader, HIKMAHBUDHI harus tetap berpegang teguh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi. Trio juga menekankan bahwa HIKMAHBUDHI bukan merupakan sayap maupun perpanjangan tangan dari partai politik mana pun sehingga independensi organisasi harus terus dijaga.
“Sebagai organisasi kader, HIKMAHBUDHI harus senantiasa berpegang teguh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi. Saya juga ingin menegaskan bahwa HIKMAHBUDHI bukan merupakan sayap maupun perpanjangan tangan dari partai politik mana pun. Independensi organisasi harus tetap dijaga agar HIKMAHBUDHI dapat terus menjalankan perannya sebagai organisasi kemahasiswaan Buddhis yang berlandaskan nilai-nilai Dhamma, memperjuangkan kepentingan kader, serta memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.”
Menutup keterangannya, Trio mengajak seluruh kader menyikapi perbedaan pendapat secara dewasa dengan tetap mengedepankan fakta, etika organisasi, dan semangat persaudaraan.
“Mari kita dewasa dalam menyikapi perbedaan. Kritik tentu diperbolehkan, tetapi hendaknya disampaikan secara bertanggung jawab, berlandaskan fakta, dan tetap menjunjung tinggi etika organisasi. Saya mengajak seluruh kader untuk bersama-sama menjaga marwah HIKMAHBUDHI, memperkuat persaudaraan, dan melangkah ke depan dengan semangat persatuan,” pungkasnya.*
(Red)








