Kholid Nelayan Buka-bukaan Siapa Dalang Pemagaran Laut Ditangerang

Minggu, 19 Januari 2025 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Detikfaktual.com-Pemagaran laut di Tanggerang, yang dilakukan oleh pihak tertentu, memang sempat menjadi perhatian masyarakat khususnya nelayan,

Sosok Kholid yang dikenal tegas dan sikapnya yang lantang dalam menyuarakan masalah yang dihadapi nelayan terkait pemagaran laut di Tanggerang, Kholid Mendapat julukan public speaking.

Bukan hanya apresiasi atas ketegasannya dirinyapun tak luput mendapat teror dari orang yang tidak dikenal.

“heh Kholid kamu itu bukan orang Tangerang kamu itu orang serang pontang, kenapa harus ngurusin dapur Tangerang,”kata Kholid dalam acara debat Indonesia lawyer club (ILC) beberapa hari lalu.

Baca Juga :  Perjalanan Panjang Rupiah: Dari Jaminan Emas hingga Inflasi dan Redenominasi

Kholid beranggapan bahwa si penelpon gelap penjajah persia orang-orang yang rangka berpikirnya cacat.

“wah kalau ini namanya saya sempat baca buku namanya logika penjajah karangan yamidi,ya midi itu orang tua yang dibanten dia sempat bikin buku logika penjajah,dalam salah satu buku logika itu percis apa yang dikatakan si penelpon tadi yang menelpon kesaya,ungkap Kholid.

“sebagai nelayan harusnya tidak boleh mempunyai pandangan Persia,sampai tingkatannya kita ga boleh nolongin tetangga yang sedang kelaparan atau tetangga yang sedang dijajah.

Pembangunan Laut menurut nelayan dan petani membawa dampak yang merugikan mereka,

Baca Juga :  PWI Jakarta Barat Solid Dukung HPN 2025 di Pekanbaru

Nelayan beranggapan mereka dikelola oleh orang-orang yang rangka berpikirnya cacat.

Lingkaran yang besar ko dipaksa masuk ke lingkaran yang kecil,kedaulatan negara harus dicaplok korporasi”saya gak mau dikelola seperti ini,lebih baik saya melawan dari pada saya sebagai nelayan dikelola oleh korporasi.

Kholidpun menegaskan dalam acara ILC apa bila nelayan dikelola oleh korporasi anak cucu tetap miskin,karena saya sebagai objek yang dikelola, korporasi yang mengelola,kalau ngomong Aguan dan Antoni segala macem kan itu korporasinya maksudnya,dan jika negara tidak berani melawan korporasi itu saya yang akan melawan,”tegas Kholid 

Berita Terkait

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Pastikan Percepatan Penanganan
Pemerintah Pastikan Harga Elpiji 3 Kg Tidak Naik, Distribusi Akan Dibenahi
Gaya Kepemimpinan Humanis, Lurah Arief Bawa Perubahan Positif di Kapuk
Satgas Damai Cartenz-2026 Tangkap Dua Anggota KKB Bintang Timur di Oksibil
Ditjen Perhubungan Laut Gelar Bimtek PPKK 2026, Diikuti 316 Peserta
Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan Puluhan Ton Bawang dan Cabai
Dishub DKI Jakarta Sediakan Layanan Derek Resmi dengan Tarif Terjangkau
Usai Memberi Arahan ke Ketua DPRD, Prabowo Sidak Gudang Bulog di Magelang

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 22:06 WIB

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Pastikan Percepatan Penanganan

Senin, 20 April 2026 - 22:04 WIB

Pemerintah Pastikan Harga Elpiji 3 Kg Tidak Naik, Distribusi Akan Dibenahi

Senin, 20 April 2026 - 20:25 WIB

Gaya Kepemimpinan Humanis, Lurah Arief Bawa Perubahan Positif di Kapuk

Senin, 20 April 2026 - 18:31 WIB

Satgas Damai Cartenz-2026 Tangkap Dua Anggota KKB Bintang Timur di Oksibil

Senin, 20 April 2026 - 17:41 WIB

Ditjen Perhubungan Laut Gelar Bimtek PPKK 2026, Diikuti 316 Peserta

Berita Terbaru