Selat Hormuz Jadi Kartu As Iran dalam Negosiasi dengan AS di Islamabad

Senin, 13 April 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa selat Hormuz

Foto Istimewa selat Hormuz

Taheran, Detikfaktual.com- Penguasaan Selat Hormuz telah lama menjadi salah satu instrumen strategis paling penting bagi Teheran dalam percaturan geopolitik kawasan. Jalur pelayaran sempit ini merupakan urat nadi perdagangan energi dunia, sehingga setiap di namika di wilayah tersebut selalu menjadi perhatian global.

Dalam konteks perundingan perdamaian yang tengah berlangsung dengan Amerika Serikat di Islamabad, posisi Iran atas Selat Hormuz menjelma menjadi kartu tawar-menawar yang sangat kuat. Keunggulan geografis ini memberi Teheran leverage signifikan dalam menentukan arah negosiasi.

Selat Hormuz di lalui oleh sekitar sepertiga pasokan minyak dunia yang dikirim melalui jalur laut. Karena itu, stabilitas kawasan ini menjadi kepentingan bersama banyak negara, termasuk kekuatan ekonomi besar yang bergantung pada impor energi.

Baca Juga :  Ketegangan AS-Iran Memanas, Selat Hormuz Terancam Masuk Fase Baru

Dengan kemampuan untuk memengaruhi keamanan dan kelancaran pelayaran di selat tersebut, Iran memiliki posisi yang tidak bisa di abaikan. Ancaman gangguan, bahkan jika hanya bersifat retoris, sudah cukup untuk memicu gejolak harga minyak global.

Situasi ini membuat Amerika Serikat dan sekutunya harus mempertimbangkan setiap langkah secara hati-hati. Negosiasi tidak lagi semata soal isu bilateral, melainkan juga menyangkut stabilitas ekonomi global yang lebih luas.

Baca Juga :  Pesawat Tempur F-15E AS Ditembak Jatuh di Iran, Satu Pilot Hilang

Di sisi lain, Iran memanfaatkan kondisi ini untuk memperkuat posisi tawarnya dalam berbagai isu, mulai dari sanksi ekonomi hingga pengakuan atas kepentingan regionalnya. Selat Hormuz menjadi simbol sekaligus alat tekanan yang efektif.

Dengan demikian, penguasaan Selat Hormuz bukan hanya persoalan geografis, melainkan juga strategi diplomasi yang menentukan. Dalam perundingan di Islamabad, faktor ini berpotensi menjadi penentu arah kesepakatan yang akan di capai kedua pihak.*

(Red)

Berita Terkait

Tokoh Nasional Ramai Bergabung ke PSI, Grace Natalie: Perkuat Kepengurusan di Daerah
Prabowo Resmikan Munas XVI IPSI 2026–2030, Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa
Serius Berantas Korupsi, Pemerintah Selamatkan Ratusan Triliun dari Kawasan Hutan Ilegal
Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Anggaran Dinilai Cukup
China Kembangkan Kapal Selam Tanpa Awak Terbesar di Dunia, Picu Kekhawatiran Internasional
Presiden Prabowo Angkat PPPK Paruh Waktu Jadi PNS, Dipastikan Hoaks
Tim Kejati Kalsel Diduga Periksa KSOP Banjarmasin Selama 8 Jam, Bawa Dua Kotak dari Lokasi
Prabowo Tawarkan Kemitraan Investasi Nyata di Forum Indonesia-Jepang, Tekankan Proyek Harus Layak dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 22:04 WIB

Selat Hormuz Jadi Kartu As Iran dalam Negosiasi dengan AS di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 - 19:03 WIB

Tokoh Nasional Ramai Bergabung ke PSI, Grace Natalie: Perkuat Kepengurusan di Daerah

Sabtu, 11 April 2026 - 14:56 WIB

Prabowo Resmikan Munas XVI IPSI 2026–2030, Tegaskan Pencak Silat sebagai Jati Diri Bangsa

Sabtu, 11 April 2026 - 11:53 WIB

Serius Berantas Korupsi, Pemerintah Selamatkan Ratusan Triliun dari Kawasan Hutan Ilegal

Senin, 6 April 2026 - 22:16 WIB

Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Anggaran Dinilai Cukup

Berita Terbaru