JAKARTA,Detikfatkual.com – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam berbagai Asosiasi Pengemudi menggelar aksi damai di depan Gedung Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Aksi tersebut di lakukan untuk menyuarakan keresahan atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) di jalan.
Dalam aksinya, para sopir truk menuding adanya oknum Patroli Jalan Raya (PJR) yang melakukan pungli dengan berbagai dalih pelanggaran lalu lintas. Massa secara bergantian menyampaikan aspirasi melalui orasi di depan gerbang Korlantas Polri.
Selain berorasi, massa juga melakukan aksi simbolik dengan membakar dupa dan menabur bunga didepan kantor Korlantas Polri sebagai bentuk simbol matinya hati nurani oknum polisi lalulintas yang melakukan praktik pungli di lapangan.
Salah satu sopir truk yang berorasi mengaku pernah menjadi korban pungli saat mendahului kendaraan di jalan tol. Ia menyebut harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu rupiah untuk menghindari penilangan.
“Kami di sini bukan fiktif, kami semua pernah menjadi korban. Kalau lewat kami harus ‘ngemel’, kalau tidak, di kejar dan di ancam tilang,” ujar salah satu sopir dalam orasinya.
Mereka juga menyoroti pelayanan terhadap korban kecelakaan yang di nilai buruk. Menurutnya, sopir kerap di mintai sejumlah uang saat hendak mengambil kendaraan yang terlibat kecelakaan.
“Bayangkan saya harus menebus Rp12 juta untuk mengeluarkan armada, padahal saya habis kecelakaan. Siapa yang mau kecelakaan?” katanya.
Sementara massa menyampaikan orasi di luar, sejumlah perwakilan sopir truk di terima masuk oleh petugas Korlantas Polri untuk berdialog.
Di dalam mereka menyampaikan tujuh tuntutan, termasuk desakan agar dugaan praktik pungli segera di tindak tegas secara transparan.
Setelah itu, mereka melanjutkan aksi menuju Pertamina Niaga untuk menyampaikan keresahan terkait pemblokiran barcode dalam pengisian BBM subsidi.
(Rwn)








Komentar
Silakan login untuk berkomentar.