Sopir Truk Geruduk Korlantas Polri Protes Pungli di Jalan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan sopir angkutan barang menggelar aksi damai di depan Gedung Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2026)

Ratusan sopir angkutan barang menggelar aksi damai di depan Gedung Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2026)

JAKARTA,Detikfatkual.com – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam berbagai Asosiasi Pengemudi menggelar aksi damai di depan Gedung Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Aksi tersebut di lakukan untuk menyuarakan keresahan atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) di jalan.

Dalam aksinya, para sopir truk menuding adanya oknum Patroli Jalan Raya (PJR) yang melakukan pungli dengan berbagai dalih pelanggaran lalu lintas. Massa secara bergantian menyampaikan aspirasi melalui orasi di depan gerbang Korlantas Polri.

Selain berorasi, massa juga melakukan aksi simbolik dengan membakar dupa dan menabur bunga didepan kantor Korlantas Polri sebagai bentuk simbol matinya hati nurani oknum polisi lalulintas yang melakukan praktik pungli di lapangan.

Baca Juga :  Pasokan Energi Nasional Dipastikan Aman Meski Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz

Salah satu sopir truk yang berorasi mengaku pernah menjadi korban pungli saat mendahului kendaraan di jalan tol. Ia menyebut harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu rupiah untuk menghindari penilangan.

“Kami di sini bukan fiktif, kami semua pernah menjadi korban. Kalau lewat kami harus ‘ngemel’, kalau tidak, di kejar dan di ancam tilang,” ujar salah satu sopir dalam orasinya.

Mereka juga menyoroti pelayanan terhadap korban kecelakaan yang di nilai buruk. Menurutnya, sopir kerap di mintai sejumlah uang saat hendak mengambil kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Baca Juga :  Dewan Pers Uji Publik Rancangan Dana Jurnalisme, Perkuat Ekosistem Pers Berkelanjutan

“Bayangkan saya harus menebus Rp12 juta untuk mengeluarkan armada, padahal saya habis kecelakaan. Siapa yang mau kecelakaan?” katanya.

Sementara massa menyampaikan orasi di luar,  sejumlah perwakilan sopir truk di terima masuk oleh petugas Korlantas Polri untuk berdialog.

Di dalam mereka menyampaikan tujuh tuntutan, termasuk desakan agar dugaan praktik pungli segera di tindak tegas secara transparan.

Setelah itu, mereka melanjutkan aksi menuju Pertamina Niaga untuk menyampaikan keresahan terkait pemblokiran barcode dalam pengisian BBM subsidi.

(Rwn)

Berita Terkait

APPN Ancam Gerakkan Massa Nasional Jika Keluhan Pengemudi Diabaikan hingga Juli 2026
Diduga Terkait Peredaran Obat Keras, Pria di Sukadiri Ancam Gorok Leher Wartawan
Sopir Truk Mengaku SIM dan Surat Tilang Dilempar di Tol Tangerang-Merak Oleh Oknum PJR
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk
Prabowo Terima Delegasi di Kartanegara saksikan MoU BPI dan Hisense
Khamenei: Trump Buang Hadiah dari China ke Tempat Sampah
Pelaku Penembak Bripka Arya Supena Tewas Dalam Baku Tembak
Rokok Ilegal Berbagai Merek Marak Dijual Terbuka di Cengkareng

Komentar

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:44 WIB

APPN Ancam Gerakkan Massa Nasional Jika Keluhan Pengemudi Diabaikan hingga Juli 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:57 WIB

Diduga Terkait Peredaran Obat Keras, Pria di Sukadiri Ancam Gorok Leher Wartawan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:16 WIB

Sopir Truk Mengaku SIM dan Surat Tilang Dilempar di Tol Tangerang-Merak Oleh Oknum PJR

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:08 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:13 WIB

Prabowo Terima Delegasi di Kartanegara saksikan MoU BPI dan Hisense

Berita Terbaru