Internasional,Detikfaktual.com – Upaya diplomatik terkait konflik Iran terus berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan militer dan tekanan internasional. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bersama Utusan Khusus Gedung Putih Steve Witkoff dilaporkan menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani di Miami, Sabtu waktu setempat.
Dilansir Axios mengutip dua sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada upaya mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang di Iran.
Di sisi lain, Iran kembali melontarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat dan sekutunya. Juru bicara militer Iran pada Minggu menyatakan Teheran akan merespons setiap serangan baru dengan opsi-opsi mengejutkan.
Menurutnya, respons tersebut akan melibatkan penggunaan peralatan militer yang lebih canggih, metode peperangan modern, hingga kemungkinan pembukaan arena konflik baru.
Situasi di Iran juga diperburuk dengan gangguan internet nasional yang berkepanjangan. Lembaga pemantau internet NetBlocks melaporkan pemadaman internet di Iran telah memasuki hari ke-72 pada Minggu, dengan total gangguan konektivitas mencapai 1.704 jam.
Sementara itu, Bahrain mengumumkan penangkapan 41 orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan ideologi Velayat-e Faqih. Otoritas Bahrain menyebut jaringan tersebut sebagai salah satu kelompok utama yang berhasil diungkap aparat keamanan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan pada Jumat bahwa Washington dapat memperluas pendekatan Project Freedom Plus terhadap Iran apabila proses negosiasi gagal dan kesepakatan damai tidak tercapai.
Di tengah meningkatnya tensi, Komando Pusat AS mengklaim telah melumpuhkan dua kapal tanker minyak kosong berbendera Iran sebelum memasuki pelabuhan Iran di Teluk Oman karena dianggap melanggar blokade AS.
Kantor berita IRGC, Fars News, juga melaporkan adanya bentrokan tersebar antara pasukan Iran dan militer Amerika Serikat di sejumlah titik.
(Ap)







