JAKARTA,Detikfaktual.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mulai menguji penggunaan cairan Eco Lindi sebagai solusi penanganan bau sampah di dua Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kecamatan Tambora, Minggu (31/5/2026).
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan tim dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, di Kantor Kecamatan Tambora sebelum dilakukan pemaparan dan uji lapangan.
Tim Sidoarjo dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan M Bahrul Amig serta dihadiri penemu Eco Lindi, Rania Naura Anindhita. Mereka memperkenalkan teknologi pengolahan berbasis fermentasi yang diklaim mampu menekan emisi bau dari tumpukan sampah.
Eco Lindi merupakan cairan ramah lingkungan yang dibuat dari fermentasi air lindi, molase, asam sulfat, dan katalis organik. Formula tersebut dirancang untuk menetralkan bau yang muncul dari proses pembusukan sampah.
Setelah sesi diskusi, tim langsung melakukan uji coba di TPS Jalan Duri Utara III, Kelurahan Duri Utara, serta TPS 3R di Jalan Hanura Raya, Kelurahan Tanah Sereal.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan penerapan Eco Lindi diharapkan menjadi terobosan baru dalam mengurangi keluhan warga terkait bau sampah yang selama ini menjadi persoalan di kawasan padat penduduk.
Menurutnya, sumber utama bau berasal dari air lindi yang muncul akibat tumpukan sampah tidak segera terangkut. Karena itu, teknologi ini dinilai berpotensi membantu mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
Pemkot Jakarta Barat akan memantau hasil uji coba dalam beberapa waktu ke depan untuk mengukur efektivitas Eco Lindi terhadap pengurangan bau dan pengelolaan sampah dari sumbernya.
Tambora dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, keterbatasan lahan TPS, serta volume sampah yang besar, termasuk limbah dari industri konveksi.
Jika hasilnya dinilai efektif, Pemkot Jakarta Barat berencana memperluas penerapan Eco Lindi ke tujuh kecamatan lainnya secara bertahap melalui koordinasi lintas wilayah dan program sosialisasi kepada masyarakat.
(Rwn)







Komentar
Silakan login untuk berkomentar.