TANGERANG, Detikfaktual.com – Tumpukan sampah terlihat berserakan di sejumlah titik Jalan Bojong Renged, Kabupaten Tangerang, Banten. Sampah yang menutupi trotoar hingga aliran sungai tersebut dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena mengganggu kenyamanan serta mencemari lingkungan.
Selain menghambat aliran air, keberadaan sampah juga membuat fungsi trotoar yang seharusnya digunakan pejalan kaki berubah menjadi lokasi pembuangan sampah. Kondisi ini diduga karena rendahnya kesadaran sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.
Akibatnya, kawasan trotoar dan sungai di Bojong Renged kini lebih menyerupai tempat pembuangan sampah dibanding fasilitas publik yang layak dimanfaatkan masyarakat.
Sejumlah warga pun mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menangani persoalan sampah yang dinilai semakin memprihatinkan.
“Setiap hari sampah semakin menumpuk, tetapi penanganannya masih kurang. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata. Dimana Pemerintah Kabupaten Tangerang, banyak sampah pada diem bae,” kata Darmawan (6/6/2026).
Warga lainnya, Endin, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Meski sempat dilakukan pembersihan, sampah kembali menumpuk dalam waktu singkat.
“Sudah pernah dibersihkan, tetapi menumpuk lagi. Kadang ada bentor yang mengangkut sampah, namun tidak sampai habis. Baunya juga sangat menyengat. Biasanya yang membuang sampah dilakukan malam hari sehingga tidak diketahui warga,” ujar Endin kepada awak media, Sabtu (6/6/2026).
Tidak hanya di sepanjang Jalan Bojong Renged, tumpukan sampah juga ditemukan di sejumlah titik lain, termasuk di sekitar pintu air Bojong Renged. Kondisi tersebut menimbulkan kesan lingkungan yang kumuh dan memicu keluhan masyarakat sekitar.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan sampah. Selain pembersihan rutin, masyarakat juga meminta adanya pengawasan dan penegakan aturan agar praktik pembuangan sampah sembarangan tidak terus berulang.
(Deri)








Komentar
Silakan login untuk berkomentar.