APPN Ancam Gerakkan Massa Nasional Jika Keluhan Pengemudi Diabaikan hingga Juli 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pernyataan tegas Aliansi Perjuangan Pengemudi Nusantara (APPN) mengancam menggelar aksi massa lebih besar apabila pemerintah tidak membuka ruang dialog resmi hingga Juli 2026

Pernyataan tegas Aliansi Perjuangan Pengemudi Nusantara (APPN) mengancam menggelar aksi massa lebih besar apabila pemerintah tidak membuka ruang dialog resmi hingga Juli 2026

JAKARTA, Detikfaktual.com – Aliansi Perjuangan Pengemudi Nusantara (APPN) secara resmi menyatakan sikap tegas terhadap berbagai persoalan regulasi di sektor transportasi logistik yang dinilai semakin memberatkan para pengemudi di lapangan.

APPN menegaskan, apabila pemerintah pusat tidak segera membuka ruang dialog resmi hingga Juli 2026, organisasi tersebut akan menggerakkan aksi massa dalam skala yang lebih besar di berbagai daerah.

Ketua APPN, Vallery atau yang akrab disapa Inces, menyebut kondisi para pengemudi saat ini telah berada di titik memprihatinkan akibat kebijakan yang dinilai tumpang tindih serta minim perlindungan terhadap pekerja transportasi.

“Selama ini kami bekerja siang malam memastikan kebutuhan masyarakat tetap berjalan, tetapi kebijakan yang lahir justru makin membebani pengemudi. Kami tidak butuh janji, kami butuh ruang dialog yang nyata untuk mencari solusi bersama,” ujar Inces dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Baca Juga :  China Kembangkan Kapal Selam Tanpa Awak Terbesar di Dunia, Picu Kekhawatiran Internasional

Dalam pernyataannya, APPN menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah.

Pertama, APPN mendesak penghapusan sistem barcode BBM bersubsidi bagi armada angkutan. Menurut mereka, sistem tersebut kerap menimbulkan kendala teknis di lapangan, memicu antrean panjang di SPBU, serta membuka celah praktik pungutan liar yang berdampak terhadap distribusi logistik nasional.

Kedua, APPN meminta kejelasan regulasi terkait ODOL (Over Dimension Over Loading). Organisasi tersebut menilai implementasi aturan ODOL selama ini masih tebang pilih dan lebih banyak membebankan sanksi kepada pengemudi di lapangan dibanding pihak perusahaan maupun pemilik barang.

APPN meminta pemerintah menghadirkan regulasi yang adil, terukur, dan solutif, bukan sekadar penindakan di jalan raya.

Ketiga, APPN menyoroti minimnya perhatian terhadap kesejahteraan dan keselamatan pengemudi. Mereka meminta pemerintah mengakui profesi pengemudi sebagai bagian penting dari rantai distribusi ekonomi nasional yang berhak mendapatkan perlindungan hukum, jaminan sosial, dan standar upah yang layak.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Faomasi Laia Apresiasi Kinerja Penyidik Siber Polda Metro Jaya, Perkara ITE dan Pornografi

APPN juga memberikan tenggat waktu kepada pemerintah dan pihak terkait untuk segera menjadwalkan pertemuan formal sebelum Juli 2026.

“Jika sampai batas waktu tersebut pemerintah tetap menutup mata dan telinga, jangan salahkan kami jika jalanan akan dipenuhi ribuan armada. Ini bukan gertakan, tetapi bentuk kekecewaan dari para pengemudi yang selama ini merasa diabaikan,” tegas Inces.

Selain itu, APPN mengimbau seluruh elemen pengemudi di berbagai daerah agar tetap solid dan satu komando dalam menyikapi perkembangan situasi ke depan, termasuk apabila aksi nasional akhirnya digelar.

(Rd)

Berita Terkait

Diduga Terkait Peredaran Obat Keras, Pria di Sukadiri Ancam Gorok Leher Wartawan
Sopir Truk Mengaku SIM dan Surat Tilang Dilempar di Tol Tangerang-Merak Oleh Oknum PJR
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk
Prabowo Terima Delegasi di Kartanegara saksikan MoU BPI dan Hisense
Khamenei: Trump Buang Hadiah dari China ke Tempat Sampah
Pelaku Penembak Bripka Arya Supena Tewas Dalam Baku Tembak
Rokok Ilegal Berbagai Merek Marak Dijual Terbuka di Cengkareng
Pria Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Tusuk di Cengkareng

Komentar

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:44 WIB

APPN Ancam Gerakkan Massa Nasional Jika Keluhan Pengemudi Diabaikan hingga Juli 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:57 WIB

Diduga Terkait Peredaran Obat Keras, Pria di Sukadiri Ancam Gorok Leher Wartawan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:16 WIB

Sopir Truk Mengaku SIM dan Surat Tilang Dilempar di Tol Tangerang-Merak Oleh Oknum PJR

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:08 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:13 WIB

Prabowo Terima Delegasi di Kartanegara saksikan MoU BPI dan Hisense

Berita Terbaru