JAKARTA, Detikfaktual.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan terus memfokuskan penanganan kendaraan over dimension dan overloading (ODOL) melalui sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan memperkuat kolaborasi bersama Polri dalam integrasi data kendaraan angkutan barang.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan mengatakan, penguatan integrasi data dinilai penting lantaran saat ini terdapat perbedaan data kendaraan angkutan barang yang cukup signifikan, mencapai 3,8 juta kendaraan.
“Berbagai upaya mulai dilakukan, termasuk kolaborasi dengan Polri untuk penguatan integrasi data kendaraan angkutan barang yang perbedaannya begitu jauh, yakni 3,8 juta,” kata Aan Suhanan melalui akun Instagram Ditjend Hubdat (6/5/2026)
Menurutnya, selisih data tersebut menimbulkan persoalan serius karena sebagian kendaraan belum memiliki kejelasan dalam sistem pemerintah, baik terkait legalitas operasional maupun aspek kelaikan kendaraan.
“Saat ini, perbedaan kendaraan barang itu tidak jelas dalam sistem pemerintah terkait kelegalannya dan kelaikannya,” ujarnya.
Aan menegaskan, integrasi data antarinstansi diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang beroperasi di lapangan sehingga penanganan ODOL dapat dilakukan lebih efektif dan terukur.
“Oleh karena itu, dengan adanya penguatan integrasi data ini dapat membantu pengawasan, sehingga harapan Zero ODOL pada 2027 dapat terwujud,” tambahnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan target Zero ODOL pada tahun 2027. Pemerintah menilai persoalan ODOL tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan lalu lintas, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan, efisiensi biaya logistik, hingga perlindungan infrastruktur jalan dari kerusakan akibat kendaraan bermuatan berlebih.
(An)








Komentar
Silakan login untuk berkomentar.