Sedimen Lumpur di Kali Cengkareng Drain Kian Tinggi, Warga Kapuk Berharap Dilakukan Pengerukan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kali Cengkareng di kawasan kapuk yang di penuhi sedimen lumpur

Kondisi kali Cengkareng di kawasan kapuk yang di penuhi sedimen lumpur

JAKARTA, Detikfaktual.com – Kondisi Kali Cengkareng Drain di wilayah Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, semakin memprihatinkan akibat tingginya sedimentasi lumpur yang memenuhi aliran kali.

Berdasarkan pantauan di lokasi, endapan lumpur tampak menumpuk di sejumlah titik kali tersebut. Bahkan, ketinggian sedimentasi terlihat hampir menyentuh bagian bawah badan jembatan.

Saat hujan turun bersamaan dengan air laut pasang, permukaan air kali disebut kerap naik hingga merendam bagian jembatan.

Baca Juga :  PSTI Sampaikan Apresiasi dan Kritik Konstruktif Usai Kekalahan Timnas Indonesia dari Arab Saudi

Salah seorang warga Kapuk, Udin, mengatakan, Kali Cengkareng, Kapuk, sudah lama tidak dilakukan pengerukan sehingga sedimentasi lumpur terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Lumpurnya sudah tinggi, belum pernah dikeruk. Jadi kalau hujan sedikit saja, kalau air kali tinggi ya banjirnya dalam,” katanya,Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jembatan penyeberangan yang sebelumnya tidak pernah terendam kini ikut tergenang saat air kali meluap.

Baca Juga :  CJ 18 Jasa Rekanan Trucking Jawa- Sumatra Membantu Kendala di Lapangan

“Dulu enggak pernah sampai jembatan, sekarang jembatan saja kerendam, gimana kampung kita,” ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dinas terkait segera melakukan pengerukan Kali Cengkareng Drain guna meminimalisasi risiko banjir di kawasan Kapuk, saat musim hujan dan ketika terjadi air laut pasang.

“Harapan saya dikeruk lumpurnya supaya kalau hujan, kali bisa menampung air lebih banyak dan air cepat surut,” katanya.

(Rwn)

Berita Terkait

Pertamina Naikkan Harga BBM Non Subsidi Mulai 10 Juni 2026, BBM Subsidi Tetap
OJK Berlakukan Penyesuaian Status Tabungan dan Giro, Ini Klasifikasinya
Kerena Utang 30 Juta Pria di Tangerang Disekap 17 Jam, Kaki dan Tangan Diikat
Sampah Menumpuk di Bojong Renged, Warga: Dimana Pemerintah Kabupaten Tangerang
Judul Berita Dadan Hindayana Sebut Jokowi Terlibat Korupsi MBG, Hoaks
Penyaluran Dana SPPG Dihentikan, BGN Tegaskan Hoaks
BGN Perkuat Tata Kelola dan Penajaman Sasaran Program MBG
1.400 Personel Polres Jakpus Amankan Pertandingan Fifa di SUGBK

Komentar

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:29 WIB

Pertamina Naikkan Harga BBM Non Subsidi Mulai 10 Juni 2026, BBM Subsidi Tetap

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:06 WIB

OJK Berlakukan Penyesuaian Status Tabungan dan Giro, Ini Klasifikasinya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:22 WIB

Kerena Utang 30 Juta Pria di Tangerang Disekap 17 Jam, Kaki dan Tangan Diikat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:17 WIB

Sampah Menumpuk di Bojong Renged, Warga: Dimana Pemerintah Kabupaten Tangerang

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:28 WIB

Judul Berita Dadan Hindayana Sebut Jokowi Terlibat Korupsi MBG, Hoaks

Berita Terbaru