JAKARTA,Detikfaktual.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan informasi yang beredar terkait penghentian penyaluran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menyebabkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasionalnya merupakan hoaks.
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, memastikan hingga saat ini tidak ada instruksi maupun kebijakan dari BGN untuk menghentikan operasional dapur MBG di seluruh Indonesia. Program tersebut, kata dia, tetap berjalan dan terus memberikan layanan kepada para penerima manfaat.
“Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi dari BGN terkait penghentian operasional,” kata Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Nanik mengakui terdapat dinamika administratif dalam proses pencairan anggaran. Namun, hal itu tidak memengaruhi komitmen pemerintah dalam menjalankan Program MBG yang saat ini terus diperluas ke berbagai daerah.
Ia menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen memastikan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai target dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
BGN juga mengimbau seluruh mitra pelaksana, yayasan, pengelola SPPG, pemasok, serta masyarakat agar hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BGN dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Apabila terdapat kendala di lapangan, kami meminta seluruh mitra berkoordinasi melalui jalur resmi. Jangan menjadikan informasi yang tidak berasal dari sumber resmi sebagai dasar pengambilan keputusan operasional,” tegasnya.
Menurut Nanik, koordinasi antara BGN, mitra pelaksana, dan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan guna memastikan distribusi MBG berjalan lancar, aman, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Fokus kami saat ini adalah menjaga keberlangsungan layanan MBG dan memastikan seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan haknya. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama melawan disinformasi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkasnya.
(Im)








Komentar
Silakan login untuk berkomentar.