JAKARTA,Detikfaktual.com – Menyambut HUT ke-499 Kota Jakarta, Festival Akulturasi Budaya Betawi dan Tionghoa digelar di Taman Pandawa, Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (21/6/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam keberagaman yang telah lama berkembang di Jakarta.
Festival Akulturasi Budaya Betawi-Tionghoa secara resmi dibuka oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan budaya.
Kegiatan yang menampilkan perpaduan budaya Betawi dan Tionghoa ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah.
Menurut Iin, festival tersebut menjadi bukti kuatnya semangat keberagaman dan kerukunan masyarakat di Jakarta Barat.
“Ini luar biasa karena akulturasi budayanya sangat terasa. Jakarta Barat memiliki kekayaan budaya yang beragam dengan masyarakat yang hidup guyub dan rukun,” ujar Iin dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, festival tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Jakarta, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya yang perlu terus dilestarikan. Dalam budaya Betawi, misalnya, terdapat tradisi menjunjung tinggi etika dan sopan santun kepada orang tua.
Selain itu, seni bela diri silat dan tradisi berpantun juga menjadi simbol keberanian, perjuangan, serta sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Budaya Betawi dan Tionghoa memiliki nilai-nilai positif yang mencerminkan semangat kebersamaan dan pembangunan wilayah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi ruang berkumpul warga setiap tahunnya,” katanya.
Iin berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam festival tersebut dapat terus menjaga Jakarta Barat sebagai wilayah yang aman, nyaman, dan harmonis.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Betawi, Mujamil, mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 Jakarta sekaligus upaya memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Acara ini menjadi salah satu agenda kemeriahan HUT DKI Jakarta. Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menikmati berbagai kegiatan budaya yang telah disiapkan di Taman Pandawa,” ujarnya.
Festival menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, kolaborasi budaya Betawi dan Tionghoa, hingga atraksi barongsai yang mencerminkan harmonisasi budaya yang telah tumbuh dan berkembang di Jakarta selama bertahun-tahun.
Masih di lokasi yang sama, Lurah Kamal, Edy Sukarya, menegaskan bahwa Jakarta merupakan kota yang inklusif dan terbuka bagi berbagai suku, budaya, serta latar belakang masyarakat.
“Dalam sejarahnya, budaya Betawi tumbuh melalui interaksi dengan berbagai budaya, baik dari Nusantara maupun mancanegara, seperti Arab, Belanda, Portugis, dan lainnya. Karena itu, Betawi bisa disebut sebagai miniatur budaya dunia,” ungkapnya.
(Kbr/Rwn)








Komentar
Silakan login untuk berkomentar.