Ritual Satanik pada Maulid Nabi di Pekalongan, Di Mana Pengawasan?

Selasa, 22 September 2026 - 18:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,Detikfaktual.com – “Ritual satanik” pada acara Maulid Nabi di Pekalongan menghebohkan masyarakat. Pertunjukan yang menampilkan simbol menyerupai sosok iblis, peti mati, obor hingga penyembelihan kambing tersebut memunculkan pertanyaan serius: bagaimana pertunjukan semacam itu bisa tampil dalam sebuah acara keagamaan tanpa terdeteksi sejak awal?

Istilah “ritual satanik” muncul dari penilaian publik terhadap simbol dan adegan yang ditampilkan. Namun, belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan pertunjukan tersebut benar-benar merupakan ritual pemujaan setan.

Peserta pertunjukan telah meminta maaf dan menyatakan tidak memahami makna simbol yang digunakan. Pemerintah daerah juga menyatakan penyembelihan kambing bukan persembahan ritual, melainkan rencananya dimasak bersama setelah acara.

Tetapi penjelasan tersebut tidak menghapus pertanyaan mengenai pengawasan.

Baca Juga :  Sejumlah Lapak Pasar Sore BCI Cengkareng Terbakar, 30 Personel Damkar Diterjunkan

Sebuah pertunjukan dengan simbol yang sangat sensitif, ditambah adegan penyembelihan kambing, tampil dalam rangkaian Maulid Nabi dan disaksikan masyarakat, termasuk anak-anak.

Siapa yang melakukan kurasi? Siapa yang memberikan persetujuan? Dan mengapa materi pertunjukan baru dipersoalkan setelah videonya viral?

Pertanyaan tersebut penting karena dampaknya bukan hanya terhadap peserta pertunjukan.

Masyarakat mengalami keresahan dan kebingungan. Tujuan positif kegiatan Maulid Nabi dan kegiatan sosial yang menyertainya ikut tertutup oleh kontroversi pertunjukan.

Di sinilah tanggung jawab panitia dan pihak yang berwenang perlu dievaluasi.

Kebebasan berekspresi dan kreativitas masyarakat tetap penting. Tetapi sebuah acara keagamaan juga memiliki konteks dan nilai yang harus dihormati.

Kreativitas tanpa literasi dapat melahirkan kontroversi. Kreativitas tanpa kurasi dapat menimbulkan keresahan.

Baca Juga :  Prabowo Ajak Masyarakat Doakan Para Pahlawan dan Korban Bencana di Upacara HUT RI Ke-81

Kasus Pekalongan seharusnya menjadi pelajaran bagi penyelenggara kegiatan keagamaan di berbagai daerah.

Setiap pertunjukan harus melalui proses kurasi yang jelas, terutama jika melibatkan anak-anak, simbol keagamaan, adegan kekerasan atau simbol yang memiliki makna tertentu dalam budaya masyarakat.

Jangan sampai pengawasan baru bekerja setelah video beredar jutaan kali di media sosial.

Masyarakat tidak membutuhkan penyelenggara yang hanya mampu meminta maaf setelah kontroversi terjadi.

Masyarakat membutuhkan sistem yang mampu mencegah kontroversi sebelum panggung dibuka.

Dan dari kasus “ritual satanik” di Pekalongan, pertanyaan yang paling penting bukan hanya apa yang ditampilkan.

Tetapi: Di mana pengawasannya sebelum pertunjukan dimulai?

 

(Rd)

Berita Terkait

Bagi-Bagi Uang ke Oknum Wartawan di Proyek Teluknaga, Warga: Ada yang Ditutupi
Presiden Prabowo dan Wakil PM Malaysia Perkuat Kerja Sama Penanganan Karhutla
Wapres Gibran Ucapkan Selamat kepada Suahasil Nazara Usai Dilantik sebagai Menkeu
Anniversary ke-5, Les Cabaca Encing Amin Gelar Berbagai Lomba
Pramono Serahkan Penghargaan ke AJMHT, Janji Naikan Hadiah Tahun Depan
Wabup Tangerang Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah PJJ 3 Hari
ASG Bagikan 750 Masker di PIK Jaga Kesehatan Warga dari Dampak Abu Vulkanik
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masuk Jakarta, Publik Tunggu Langkah Konkret Pemprov DKI
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:34 WIB

Bagi-Bagi Uang ke Oknum Wartawan di Proyek Teluknaga, Warga: Ada yang Ditutupi

Selasa, 22 September 2026 - 18:20 WIB

Ritual Satanik pada Maulid Nabi di Pekalongan, Di Mana Pengawasan?

Selasa, 15 September 2026 - 23:09 WIB

Wapres Gibran Ucapkan Selamat kepada Suahasil Nazara Usai Dilantik sebagai Menkeu

Senin, 14 September 2026 - 16:09 WIB

Anniversary ke-5, Les Cabaca Encing Amin Gelar Berbagai Lomba

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Pramono Serahkan Penghargaan ke AJMHT, Janji Naikan Hadiah Tahun Depan

Berita Terbaru