Cengkareng Catat Kasus DBD Tertinggi di Jakarta Barat, Capai 548 Kasus

Jumat, 7 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi DBD (Dok.Istimewa)

Foto ilustrasi DBD (Dok.Istimewa)

JAKARTA,Detilfaktual.com – Kecamatan Cengkareng menjadi wilayah dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) terbanyak dari delapan kecamatan di Jakarta Barat. Tercatat sebanyak 548 kasus sepanjang periode Januari 2026.

Secara keseluruhan, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mencatat 1.538 kasus DBD yang tersebar di delapan kecamatan selama periode tersebut.

Cengkareng menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 548 kasus. Disusul Kecamatan Kalideres sebanyak 361 kasus dan Kebon Jeruk dengan 160 kasus.

Selanjutnya, Kecamatan Kembangan mencatat 111 kasus, Palmerah 107 kasus, Grogol Petamburan 97 kasus, dan Tambora sebanyak 90 kasus.

Baca Juga :  11 Personel Polisi Terluka, 1 Kritis; Pengemudi Ojol Tewas dalam Kericuhan Aksi Massa di Jakarta

Sementara itu, Kecamatan Taman Sari menjadi wilayah dengan kasus DBD paling rendah, yakni sebanyak 64 kasus.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, mengatakan tingginya kasus DBD di sejumlah wilayah menjadi perhatian pihaknya.

Sahruna menegaskan, pihaknya akan memperkuat upaya pencegahan guna menekan angka kasus DBD di Jakarta Barat.

“Kami akan memperkuat upaya pemantauan berkala terhadap angka insiden dan kecepatan penularannya di lapangan,” kata Sahruna dikutip beritajakarta,Rabu (5/8/2026).

Lebih lanjut, Sahruna mengatakan langkah intervensi cepat akan dilakukan melalui Penyelidikan Epidemiologi (PE) serta penguatan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

Baca Juga :  Pedagang Sayur Kakak Beradik di Tangkap Polisi ,Curi Motor

Selain itu, promosi kesehatan mengenai bahaya DBD akan terus digencarkan. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat semakin waspada terhadap potensi penyebaran penyakit DBD.

Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan turut melakukan pemantauan jentik nyamuk secara mandiri dan berkala di rumah maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Faktor penting pengentasan kasus DBD adalah deteksi dini jentik nyamuk. Karena itu Kami berharap peran aktif masyarakat secara mandiri memantau jentik di rumah masing masing,” pungkasnya.*

(Rwn)

Berita Terkait

Dibubarkan Polisi, Puluhan Pelajar Hendak Tawuran Kabur Tinggalkan 8 Celurit di Tangerang
KDM Murka Minta Oknum Dishub Bekasi yang Viral Pungli Sopir 3,7 Juta Dipecat Tak Hormat
KPAI Soroti Anak Terduga Pencuri Ayam Tewas Diamuk Massa di Bali
Rieke Diah Pitaloka Soroti Tewasnya Terduga Pencuri Ayam di Bali
Ucapan Ahmad Sahroni kepada Gubernur Maluku Utara bilang Tante Cantik Viral hingga Dirujak Warganet
Hotman Paris Minta Maaf kepada Insan Pers Usai Ucapan “Kau Punya Otak Enggak Sih”
Toko Emas di Jalan Medan Merdeka di Rampok Pria Bersenjata Laras Panjang, Aksi Terekam CCTV
Kebakaran Rumah di Kapuk Dipicu Korsleting Listrik, 15 Unit Damkar Dikerahkan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:43

Cengkareng Catat Kasus DBD Tertinggi di Jakarta Barat, Capai 548 Kasus

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:49

Dibubarkan Polisi, Puluhan Pelajar Hendak Tawuran Kabur Tinggalkan 8 Celurit di Tangerang

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:37

KDM Murka Minta Oknum Dishub Bekasi yang Viral Pungli Sopir 3,7 Juta Dipecat Tak Hormat

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:12

KPAI Soroti Anak Terduga Pencuri Ayam Tewas Diamuk Massa di Bali

Senin, 27 Juli 2026 - 14:39

Rieke Diah Pitaloka Soroti Tewasnya Terduga Pencuri Ayam di Bali

Berita Terbaru