JAKARTA,Detilfaktual.com – Kecamatan Cengkareng menjadi wilayah dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) terbanyak dari delapan kecamatan di Jakarta Barat. Tercatat sebanyak 548 kasus sepanjang periode Januari 2026.
Secara keseluruhan, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mencatat 1.538 kasus DBD yang tersebar di delapan kecamatan selama periode tersebut.
Cengkareng menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 548 kasus. Disusul Kecamatan Kalideres sebanyak 361 kasus dan Kebon Jeruk dengan 160 kasus.
Selanjutnya, Kecamatan Kembangan mencatat 111 kasus, Palmerah 107 kasus, Grogol Petamburan 97 kasus, dan Tambora sebanyak 90 kasus.
Sementara itu, Kecamatan Taman Sari menjadi wilayah dengan kasus DBD paling rendah, yakni sebanyak 64 kasus.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, mengatakan tingginya kasus DBD di sejumlah wilayah menjadi perhatian pihaknya.
Sahruna menegaskan, pihaknya akan memperkuat upaya pencegahan guna menekan angka kasus DBD di Jakarta Barat.
“Kami akan memperkuat upaya pemantauan berkala terhadap angka insiden dan kecepatan penularannya di lapangan,” kata Sahruna dikutip beritajakarta,Rabu (5/8/2026).
Lebih lanjut, Sahruna mengatakan langkah intervensi cepat akan dilakukan melalui Penyelidikan Epidemiologi (PE) serta penguatan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.
Selain itu, promosi kesehatan mengenai bahaya DBD akan terus digencarkan. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat semakin waspada terhadap potensi penyebaran penyakit DBD.
Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan turut melakukan pemantauan jentik nyamuk secara mandiri dan berkala di rumah maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Faktor penting pengentasan kasus DBD adalah deteksi dini jentik nyamuk. Karena itu Kami berharap peran aktif masyarakat secara mandiri memantau jentik di rumah masing masing,” pungkasnya.*
(Rwn)








