Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia–Indonesia, Sita 20 Kg Sabu dan 20.000 Butir Ekstasi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA– Tim Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional Malaysia–Indonesia. Dalam operasi tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 20 kilogram sabu dan 20.000 butir ekstasi, serta menangkap dua tersangka di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Kedua pelaku, M. Yunus dan Muhammad Amin, diringkus pada Sabtu (11/10/2025)di Jalan Cifesh Hill, Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi adanya upaya penyelundupan narkotika dari Malaysia menuju Indonesia melalui jalur darat.


“Pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 20 kilogram dan ekstasi 20.000 butir jaringan Malaysia–Indonesia dilakukan oleh Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” ujar Brigjen Eko kepada wartawan, Minggu (12/10/2025).

Menurutnya, tim yang dipimpin Kombes Handik Zusen melakukan penyelidikan intensif di wilayah Cikarang setelah memperoleh informasi terkait aktivitas sindikat tersebut.

Pada 10 Oktober 2025 sekitar pukul 21.30 WIB, petugas memperoleh laporan mengenai dua orang mencurigakan yang mengendarai mobil di kawasan Bekasi International Industrial Estate (BIIE). Setelah dilakukan pengejaran, kedua tersangka berhasil diamankan.

“Dari hasil penggeledahan, ditemukan dua koper berwarna biru yang berisi 20 kilogram sabu dan 20.000 butir ekstasi,” jelas Brigjen Eko.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa M. Yunus diperintahkan oleh seorang berinisial Ayung (DPO)untuk mengambil narkotika tersebut di wilayah Cikarang menggunakan mobil milik Muhammad Amin. Sebagai imbalan, Yunus dijanjikan upah Rp100 juta, sedangkan Amin dijanjikan Rp50 juta karena membantu proses pengambilan barang haram itu.

Kini, kedua tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Direktorat Narkoba Bareskrim Polri** untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah memburu pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini, termasuk sosok Ayung yang masih buron.

“Bareskrim Polri akan terus mendalami dan mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan sindikat narkoba lintas negara yang lebih luas,” tegas Brigjen Eko.*

(Arf)


Baca Juga :  Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Dumai, Sita Sabu 18 Kg hingga 30 Ribu Ekstasi

Berita Terkait

Polsek Tambora Tangkap Pelaku Curanmor, Enam Motor Hasil Curian Diamankan
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
Truk Bermuatan Besi Terperosok ke Got di Kapuk, Sopir Mengaku Mengantuk
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, Advokat Riko Ginting Minta Evaluasi Total Program MBG
Polsek Paku Haji Gelar Program Jumat Peduli, Rutin Bagikan Beras untuk Warga
Sehari Dicopot Prabowo, Kepala Eks BGN Dadan Ditahan Kejagung
Haji Robert Kembali Berbagi kasih, Bagikan Sembako kepada 500 Pengemudi Ojol di Penjaringan
Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
Tag :

Komentar

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:11 WIB

Polsek Tambora Tangkap Pelaku Curanmor, Enam Motor Hasil Curian Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:08 WIB

Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Penindakan ETLE Jadi Prioritas

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:58 WIB

Truk Bermuatan Besi Terperosok ke Got di Kapuk, Sopir Mengaku Mengantuk

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:10 WIB

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, Advokat Riko Ginting Minta Evaluasi Total Program MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:29 WIB

Polsek Paku Haji Gelar Program Jumat Peduli, Rutin Bagikan Beras untuk Warga

Berita Terbaru