Korlantas Olah TKP Kecelakaan KA Bekasi Timur, Gunakan Teknologi TAA 3D

Rabu, 29 April 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Api yang terlibat kecelakaan di Bekasi (Dok.Polri)

Kereta Api yang terlibat kecelakaan di Bekasi (Dok.Polri)

Bekasi,Detikfaktual.com – Korlantas Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) pukul 20.50 WIB. Insiden melibatkan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang.

Dalam proses penyelidikan, petugas mengandalkan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) untuk merekonstruksi kejadian secara rinci.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, mengatakan pihaknya memiliki dua jenis alat TAA untuk mendukung penyidikan.

“Alat TAA kami ada dua, statis dan portable. Teknologi statis menggunakan kamera LiDAR dan kamera 360 derajat untuk memetakan lingkungan secara menyeluruh,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov DKI Wajibkan Gedung Kelurahan di Atas Empat Lantai Terkoneksi CCTV


Ia menambahkan, perangkat portable memanfaatkan drone dengan sudut pandang helicopter view untuk menghasilkan visual tiga dimensi berkualitas 4K.

“Hasilnya dapat mengilustrasikan kejadian secara 3D dengan detail tinggi,” katanya.

Menurut Sandhi, rekaman dari TAA akan menjadi alat bukti elektronik yang sah dalam proses penyidikan lanjutan.

“Data tersebut akan disampaikan kepada jaksa penuntut umum hingga hakim sebagai dasar penuntutan dan pertimbangan putusan,” jelasnya.

Selain olah TKP, Korlantas juga menyoroti keterlibatan taksi berwarna hijau dalam insiden tersebut.


“Kami akan berkoordinasi antara Ditgakkum dan Ditkamsel untuk mengevaluasi maraknya kejadian yang melibatkan taksi hijau, termasuk perusahaan terkait,” ucapnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak, termasuk operator perkeretaapian, untuk memperkuat sistem keselamatan.

Baca Juga :  Menteri HAM Natalius Pigai Soal Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Saya No Comment


“Dengan kejadian ini, kami yakin PT KAI akan semakin solid dalam penguatan sistem informasi keselamatan,” pungkasnya.

Diketahui, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan nomor perjalanan KA 4 menabrak KRL lintas Kampung Bandan–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.

Akibat insiden tersebut, 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Para korban saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.*

(Rwn)


Berita Terkait

Korlantas Polri Siapkan Pengamanan May Day 2026, Antisipasi Pergerakan Massa ke Jakarta
Pesan Prabowo ke Guru dan Siswa: Perkuat Karakter, Hadapi Era Teknologi
RS Polri Kramat Jati Terima 10 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan Kereta
Dugaan Kekerasan di Little Aresha, TIDAR Dorong Audit Nasional Daycare
Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Soroti Penjagaan Perlintasan sejak Jaman Belanda
Korban Kecelakaan KAI Berhasil Dievakuasi, Basarnas Pastikan Tak Ada Korban Tertinggal
Isu Keterbukaan Informasi OPD di Pulang Pisau Disorot, DPRD Minta Pejabat Lebih Transparan
Lapas Kelas I Medan Gelar Tasyakuran HBP ke-62, Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima dan Berantas Halinar

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 16:20 WIB

Korlantas Polri Siapkan Pengamanan May Day 2026, Antisipasi Pergerakan Massa ke Jakarta

Rabu, 29 April 2026 - 15:40 WIB

Korlantas Olah TKP Kecelakaan KA Bekasi Timur, Gunakan Teknologi TAA 3D

Rabu, 29 April 2026 - 15:23 WIB

Pesan Prabowo ke Guru dan Siswa: Perkuat Karakter, Hadapi Era Teknologi

Rabu, 29 April 2026 - 08:11 WIB

RS Polri Kramat Jati Terima 10 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan Kereta

Rabu, 29 April 2026 - 07:41 WIB

Dugaan Kekerasan di Little Aresha, TIDAR Dorong Audit Nasional Daycare

Berita Terbaru