Demo Buruh Ricuh di DPR, Ojol Tewas Diduga Tertabrak Rantis Brimob: Kapolri Minta Maaf, 7 Anggota Diamankan

Jumat, 29 Agustus 2025 - 01:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kapolri Jenderal Listyo Sigit (Dok Istimewa)

Foto Kapolri Jenderal Listyo Sigit (Dok Istimewa)

JAKARTA – Aksi demo buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) sore berujung ricuh setelah ratusan massa mencoba menerobos barikade aparat keamanan.

Ketegangan memuncak ketika polisi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa yang semakin tak terkendali.

Kericuhan berlanjut hingga malam hari di kawasan Bendungan Hilir. Dalam situasi tersebut, satu unit kendaraan taktis (Rantis) Brimob melaju kencang dan diduga menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol).

Menanggapi insiden ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban serta komunitas ojol.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, seluruh keluarga, dan juga keluarga besar Ojol,” ujarnya kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis (28/8/2025).

Sigit mengaku sangat menyesali peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya tengah mencari keberadaan korban.

“Saya menyesali peristiwa yang terjadi dan memohon maaf sedalam-dalamnya. Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban,” katanya.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa Divisi Propam Polri telah dikerahkan untuk mengusut insiden ini. Ia juga menegaskan bahwa Kapolda, Kadiv Propam, dan Tim Pusdokkes telah diberi instruksi langsung untuk menangani kasus tersebut.

“Sampai saat ini, kami telah meminta Kapolda, Kadiv Propam, dan Tim Pusdokkes untuk segera mencari keberadaan korban dan menuntaskan penyelidikan,” imbuhnya.

Kapolri Menemui Keluarga Korban di RSCM

Setelah menemukan keberadaan korban kapolri Listyo Sigit Prabowo didampingi Kepala Divisi Propam Polri Irjen Abdul Karim dan Kapolda Metrojaya Irjen Asep Edi Suheri, bergegas menemui keluarga korban.

Kapolri bertemu dengan dua perwakilan keluarga korban di salah satu ruangan di RSCM. Kapolri kemudian terlihat bersalaman dan memeluk keluarga korban. Pertemuan itu terjadi di RSCM Polri, Jumat (29/8/2025)

Kapolri kembali menyampaikan permohonan maafnya sambil memeluk keluarga korban,”Mohon maaf ya Pak ya,” ujar Kapolri.

Tujuh Anggota Brimob Diamankan Terkait Kematian Korban.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim menyampaikan bahwa tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang berada di dalam kendaraan taktis saat insiden berlangsung telah diperiksa secara intensif.

“Tujuh anggota tersebut masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Pemeriksaan dilakukan secara cepat dan transparan,” jelas Abdul Karim,(28/8/2026).

Baca Juga :  11 Personel Polisi Terluka, 1 Kritis; Pengemudi Ojol Tewas dalam Kericuhan Aksi Massa di Jakarta

(Imn)

Berita Terkait

Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan Puluhan Ton Bawang dan Cabai
Dishub DKI Jakarta Sediakan Layanan Derek Resmi dengan Tarif Terjangkau
Usai Memberi Arahan ke Ketua DPRD, Prabowo Sidak Gudang Bulog di Magelang
Pemprov DKI Awasi Distribusi BBM-Elpiji, Antisipasi Krisis Energi
Sopir Plat Luar Daerah Mengaku Dipaksa Bayar Rp300 Ribu Sekali Melintas di Kawasan Dadap
Info Rekayasa Lalin Malam Renungan di Kawasan Monas, Ini Rute Pengalihannya
Jelang Haji 2026, Polri Bentuk Satgas Khusus Tindak Haji Ilegal
Berawal dari Ojol, Polisi Berhasil Mengungkap Peredaran Narkoba
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:36 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan Puluhan Ton Bawang dan Cabai

Minggu, 19 April 2026 - 10:40 WIB

Dishub DKI Jakarta Sediakan Layanan Derek Resmi dengan Tarif Terjangkau

Sabtu, 18 April 2026 - 20:11 WIB

Usai Memberi Arahan ke Ketua DPRD, Prabowo Sidak Gudang Bulog di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 - 08:38 WIB

Pemprov DKI Awasi Distribusi BBM-Elpiji, Antisipasi Krisis Energi

Jumat, 17 April 2026 - 21:05 WIB

Sopir Plat Luar Daerah Mengaku Dipaksa Bayar Rp300 Ribu Sekali Melintas di Kawasan Dadap

Berita Terbaru