Usai Viral Laporan JAKI Diduga Dibalas AI, Warga Ramai Bagikan Pengalaman Serupa di Medsos

Rabu, 8 April 2026 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto tangkapan layar medsos akun Thread @glensaimima

Foto tangkapan layar medsos akun Thread @glensaimima

JAKARTA,Detikfaktual.com – Usai viralnya laporan warga melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang diduga mendapat “respons” dari sistem kecerdasan buatan (AI), publik justru menemukan kejanggalan baru yang kian memperkuat dugaan adanya praktik manipulasi dalam penanganan laporan.

Alih-alih meningkatkan kepercayaan, sistem tersebut kini menjadi sorotan karena dinilai tidak transparan dan cenderung “memoles” laporan tanpa disertai penyelesaian nyata di lapangan. Sejumlah warganet membagikan pengalaman serupa yang menunjukkan pola respons yang dianggap tidak wajar.

Salah satu temuan diungkap akun Thread @glensaimima. Ia mengaku mengalami kejadian serupa, di mana laporannya diproses dengan perubahan waktu respons, namun menggunakan foto yang identik dengan laporan sebelumnya.

“Setelah rame laporan JAKI pakai AI… sebenarnya itu bukan kecerdasan. Justru kejadian ini sudah lama dengan modus yang lebih ‘cerdas’, bukan pakai AI. Tapi petugas pakai foto yang sama dalam dua laporan berbeda, yang diubah hanya ‘time stamp’-nya,” tulisnya dalam unggahan yang dilihat pada Selasa (8/4/2026).

Baca Juga :  Pria Nyaris Lompat dari Jembatan Cisadane, Polisi dan Damkar Berhasil Selamatkan Korban


Temuan ini memunculkan pertanyaan serius terkait keabsahan proses verifikasi dalam sistem JAKI. Jika dugaan tersebut benar, maka mekanisme pelaporan yang seharusnya menjadi solusi justru berpotensi berubah menjadi formalitas administratif tanpa tindak lanjut konkret.

Respons publik pun menguat. Sejumlah warganet mempertanyakan apakah laporan yang mereka sampaikan benar-benar ditindaklanjuti, atau hanya disesuaikan agar terlihat selesai di dalam sistem.

Fenomena ini menyoroti persoalan yang lebih dalam dari sekadar teknologi. Penggunaan AI, tanpa diiringi transparansi dan pengawasan yang memadai, dinilai berisiko menjadi lapisan baru yang menutupi praktik lama yang selama ini telah menjadi sorotan masyarakat.

(Rwn)

Baca Juga :  Panci Listrik Serbaguna Berukuran Mini Mampu Memasak Nasi Dalam Hitungan Menit

Berita Terkait

Pascabencana, Pemerintah Anggarkan Rp100 Triliun hingga 2028
Menteri HAM Pigai Larang Polisi Tembak Begal, Hotman Paris: Apa Anda Cocok jadi Menteri?
Komisi III DPR RI Dukung Polri Tindak Tegas Pelaku Begal
Ulama Ancam Serang Kota Isreal dan Ibu Kota Negara Teluk Persia
Peserta UKW Angkatan ke-65 Ikuti Pembekalan Profesionalisme Wartawan di Jakarta Pusat
Koalisi Pengemudi Logistik Gelar Safari Aspirasi, Pihak Kantor Staf Presiden Siap Kawal hingga Tingkat Eksekutif
Forkopimko Jakbar Gelar “Ngopi” Kamtibmas, Perkuat Sinergi Antar Istansi
Pos Jaga Satpas SIM Daan Mogot Ludes terbakar

Komentar

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 21:45 WIB

Pascabencana, Pemerintah Anggarkan Rp100 Triliun hingga 2028

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:33 WIB

Komisi III DPR RI Dukung Polri Tindak Tegas Pelaku Begal

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:38 WIB

Ulama Ancam Serang Kota Isreal dan Ibu Kota Negara Teluk Persia

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:14 WIB

Peserta UKW Angkatan ke-65 Ikuti Pembekalan Profesionalisme Wartawan di Jakarta Pusat

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:43 WIB

Koalisi Pengemudi Logistik Gelar Safari Aspirasi, Pihak Kantor Staf Presiden Siap Kawal hingga Tingkat Eksekutif

Berita Terbaru

Foto Istimewa Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja di Bandung

Nasional

Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja di Bandung

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:18 WIB

Sejumlah barang bukti yang diamankan dari para pelaku saat melakukan pembacokan brutal terhadap dua pemuda di kawasan Fly Over Taman Cibodas, Jatiuwung, Kota Tangerang, Jumat (22/5/2026). Dok.istw

Peristiwa

Polisi Tangkap Geng Motor Pelaku Pembacokan di Tangerang

Senin, 25 Mei 2026 - 22:24 WIB