Ferdinand Hutahaean Somasi JK soal Video Ceramah yang Dinilai Menistakan Agama

Minggu, 12 April 2026 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ferdinand Hutahaean Somasi Jusuf Kalla soal Video Ceramah “Syahid”, Beri Tenggat 3x24 Jam untuk Minta Maaf

Ferdinand Hutahaean Somasi Jusuf Kalla soal Video Ceramah “Syahid”, Beri Tenggat 3x24 Jam untuk Minta Maaf

JAKARTA, Detikfaktual.com – Potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang di nila menistakan agama beredar luas di media sosial dan memicu polemik publik. Ferdinand Hutahaean lalu melayangkan somasi terbuka kepada JK.

Ferdinand memberi waktu 3×24 jam kepada JK untuk menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas. Ia menilai isi ceramah tersebut menimbulkan kontroversi dan berpotensi memicu konflik.

Dalam video itu, Jusuf Kalla membahas istilah “mati syahid” dalam konteks konflik peristiwa di Poso dan Ambon serta pandangan masing-masing agama.

Baca Juga :  Komisi III DPR RI Dukung Polri Tindak Tegas Pelaku Begal

Ia menjelaskan bahwa konflik kerap muncul karena agama mudah dijadikan alasan. Ia juga menyebut adanya persamaan tafsir tentang makna syahid di tengah situasi konflik.

“Kenapa agama gampang di jadikan alasan konflik seperti di Poso dan Ambon. Kedua agama Islam dan Kristen menganggap mati atau membunuh bisa di sebut syahid,” demikian kutipan dalam video tersebut.

Ferdinand Hutahaean menilai pernyataan itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Ia meminta JK segera memberikan klarifikasi agar situasi tidak semakin memanas.

Baca Juga :  8 Langkah Praktis Menanam Cabe di Sekitar Rumah: Berikut Caranya

“Itulah pernyataan JK yang menyinggung Islam dan Kristen. Saya menilai ceramah itu bisa memantik provokasi dan memicu perselisihan,” kata Ferdinand melalui akun TikTok resminya.

Ferdinand juga menilai pernyataan tersebut mengarah pada penistaan agama, khususnya terhadap umat Kristen. Ia menyoroti bagian yang di anggap menyamakan ajaran dengan tindakan kekerasan.

Ia menyebut pernyataan itu sebagai informasi menyesatkan yang berpotensi memicu konflik berbasis agama. Ia meminta JK segera meminta maaf atau pihaknya akan menempuh langkah hukum.

(Rwn)

Berita Terkait

KSOP Pulang Pisau Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing pada Idul Adha 1447 H
Gegara Sedot Bensin ke Drigen Sambil Merokok Angkot Terbakar di Kapuk Raya
Pascabencana, Pemerintah Anggarkan Rp100 Triliun hingga 2028
Menteri HAM Pigai Larang Polisi Tembak Begal, Hotman Paris: Apa Anda Cocok jadi Menteri?
Komisi III DPR RI Dukung Polri Tindak Tegas Pelaku Begal
Ulama Ancam Serang Kota Isreal dan Ibu Kota Negara Teluk Persia
Peserta UKW Angkatan ke-65 Ikuti Pembekalan Profesionalisme Wartawan di Jakarta Pusat
Koalisi Pengemudi Logistik Gelar Safari Aspirasi, Pihak Kantor Staf Presiden Siap Kawal hingga Tingkat Eksekutif

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:33 WIB

KSOP Pulang Pisau Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:41 WIB

Gegara Sedot Bensin ke Drigen Sambil Merokok Angkot Terbakar di Kapuk Raya

Senin, 25 Mei 2026 - 21:45 WIB

Pascabencana, Pemerintah Anggarkan Rp100 Triliun hingga 2028

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:04 WIB

Menteri HAM Pigai Larang Polisi Tembak Begal, Hotman Paris: Apa Anda Cocok jadi Menteri?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:33 WIB

Komisi III DPR RI Dukung Polri Tindak Tegas Pelaku Begal

Berita Terbaru

Foto Istimewa Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja di Bandung

Nasional

Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja di Bandung

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:18 WIB