JAKARTA, Detikfaktual.com – Potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang di nila menistakan agama beredar luas di media sosial dan memicu polemik publik. Ferdinand Hutahaean lalu melayangkan somasi terbuka kepada JK.
Ferdinand memberi waktu 3×24 jam kepada JK untuk menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas. Ia menilai isi ceramah tersebut menimbulkan kontroversi dan berpotensi memicu konflik.
Dalam video itu, Jusuf Kalla membahas istilah “mati syahid” dalam konteks konflik peristiwa di Poso dan Ambon serta pandangan masing-masing agama.
Ia menjelaskan bahwa konflik kerap muncul karena agama mudah dijadikan alasan. Ia juga menyebut adanya persamaan tafsir tentang makna syahid di tengah situasi konflik.
“Kenapa agama gampang di jadikan alasan konflik seperti di Poso dan Ambon. Kedua agama Islam dan Kristen menganggap mati atau membunuh bisa di sebut syahid,” demikian kutipan dalam video tersebut.
Ferdinand Hutahaean menilai pernyataan itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Ia meminta JK segera memberikan klarifikasi agar situasi tidak semakin memanas.
“Itulah pernyataan JK yang menyinggung Islam dan Kristen. Saya menilai ceramah itu bisa memantik provokasi dan memicu perselisihan,” kata Ferdinand melalui akun TikTok resminya.
Ferdinand juga menilai pernyataan tersebut mengarah pada penistaan agama, khususnya terhadap umat Kristen. Ia menyoroti bagian yang di anggap menyamakan ajaran dengan tindakan kekerasan.
Ia menyebut pernyataan itu sebagai informasi menyesatkan yang berpotensi memicu konflik berbasis agama. Ia meminta JK segera meminta maaf atau pihaknya akan menempuh langkah hukum.
(Rwn)








Komentar
Silakan login untuk berkomentar.