TANGERANG,Detikfaktual.com – Pengurus Himpunan Mahasiswa Buddhis (HIKMAHBUDHI) menggelar audiensi dengan Bupati Tangerang. Kegiatan ini sebagai silaturahmi dan menjalankan peran agent of control. Fokusnya berbagai persoalan masyarakat Kabupaten Tangerang.
Dalam pertemuan tersebut, HIKMAHBUDHI menyampaikan sejumlah isu strategis. Isu mencakup aspek keagamaan, pendidikan, hingga persoalan umum daerah. Dari sisi keagamaan, mereka menyoroti kondisi umat Buddha. Jumlahnya diperkirakan sekitar 80.000 jiwa di Kabupaten Tangerang. Namun, belum ada guru ASN untuk pendidikan agama Buddha. Kondisi ini terjadi terutama di sekolah negeri.
Akibatnya, penyelenggara Buddha merangkap tugas sebagai tenaga pengajar. Mereka berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain. Selain itu, sekitar 40 rumah ibadah belum terdaftar resmi. Kendala administratif menjadi penyebab utama masalah tersebut. Hal ini dinilai perlu perhatian serius pemerintah daerah.
Di sektor pendidikan, HIKMAHBUDHI mendorong dukungan untuk STABN Sriwijaya. Dukungan diharapkan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Hal ini terkait rencana transformasi menjadi institut. Perubahan membutuhkan penguatan kelembagaan. Sarana prasarana juga perlu ditingkatkan. Kualitas pendidikan harus ikut diperbaiki.
Persoalan lingkungan dan infrastruktur turut menjadi sorotan. Masalah sampah masih ditemukan di sejumlah ruas jalan. Kondisi ini berdampak pada kebersihan lingkungan. Dampaknya juga menyentuh kesehatan masyarakat. Selain itu, truk tambang sering melanggar aturan. Pelanggaran terkait jalur dan operasional. Hal ini membahayakan pengguna jalan. Kondisi infrastruktur juga semakin memburuk.
Isu banjir di beberapa wilayah juga dibahas dalam audiensi. HIKMAHBUDHI menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung. Mereka ingin membantu penanganan di lapangan. Langkah ini sebagai kontribusi nyata pemuda.
Ketua PC HIKMAHBUDHI Tangerang Selatan, Trio Anggara, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan wujud kepedulian generasi muda terhadap daerahnya.
“Kami hadir tidak hanya untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga ingin menjadi bagian dari solusi. Sebagai putra daerah, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal dan mendorong kemajuan Kabupaten Tangerang, baik dari sisi keagamaan, pendidikan, maupun lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC HIKMAHBUDHI Kabupaten Tangerang, Wahyu Triyono, berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan secara konkret.
“Kami berharap apa yang kami sampaikan dapat menjadi perhatian serius, mulai dari kebutuhan guru agama Buddha, legalitas rumah ibadah, hingga persoalan sampah, truk tambang, dan banjir yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tangerang menyambut baik berbagai masukan. Ia menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti. Perhatian akan ditingkatkan pada isu yang disampaikan. Fokus mencakup keagamaan, pendidikan, lingkungan, dan infrastruktur.
Audiensi ini diharapkan menjadi momentum kolaborasi. Pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dapat bekerja bersama. Tujuannya mewujudkan Kabupaten Tangerang yang lebih tertata. Wilayah juga diharapkan lebih inklusif dan berkeadilan.
(TP/RWN)









