Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam dari AS, Konflik Kian Memanas

Sabtu, 4 April 2026 - 02:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INTERNASIONAL, Detikfaktual.com – Upaya diplomatik terbaru untuk meredakan konflik di Timur Tengah kembali menemui jalan buntu setelah Iran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Amerika Serikat. Penolakan tersebut muncul di tengah meningkatnya intensitas serangan militer dan memburuknya situasi keamanan di kawasan.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars News Agency pada Jumat (3/4/2026), proposal tersebut disampaikan kepada Teheran melalui sebuah negara yang disebut sebagai “bersahabat” pada Kamis. Media tersebut mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut.

Baca Juga :  Viral! Pria Hadang Truk di Ringroad Cengkareng, Warganet Soroti Lemahnya Penegakan Hukum


Sumber itu menambahkan bahwa Washington meningkatkan upaya diplomatik untuk mengamankan gencatan senjata, terutama setelah serangan Iran menargetkan “depot pasukan militer” Amerika Serikat di Pulau Bubiyan, Pulau Bubiyan, yang berada di wilayah Kuwait.

Menurut laporan Fars, penilaian yang beredar menyebut proposal tersebut diajukan setelah krisis di kawasan meningkat dan muncul “masalah serius” bagi pasukan AS akibat “kesalahan perhitungan” Washington terhadap kemampuan militer Iran.

Laporan itu juga menyebut bahwa respons Iran terhadap tawaran tersebut tidak diberikan secara tertulis, melainkan melalui kelanjutan serangan di medan tempur.

Baca Juga :  PT Pelindo Buka Suara Soal Kemacetan di Tanjung Priok


Perang yang meningkat ini bermula pada 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan bersama terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta aset Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah, memperluas konflik dan meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut di kawasan.

(IM)



Berita Terkait

Sopir Minibus Ditemukan Tewas dalam Mobil di Cengkareng
130 Mahasiswa Hukum UT Kunjungi MPR RI, Tingkatkan Pemahaman Ketatanegaraan
Gercep Buser Polsek Penjaringan Usut Curanmor di Kebon Pala
Aksi Kejahatan Curanmor dan Pemalakan di Penjaringan kian Meresahkan, Warga minta Polisi Tingkatkan Patroli
Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembacokan Pria di Cengkareng
Pemprov DKI pertahankan insentif fiskal bagi kendaraan Listrik
Polri Ancam “Miskinkan” Mafia BBM dan Elpiji Subsidi, Terapkan Pasal TPPU
Denpom Lampung larang prajurit TNI AD Live Streaming saat Bertugas

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:02 WIB

Sopir Minibus Ditemukan Tewas dalam Mobil di Cengkareng

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:57 WIB

130 Mahasiswa Hukum UT Kunjungi MPR RI, Tingkatkan Pemahaman Ketatanegaraan

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:55 WIB

Gercep Buser Polsek Penjaringan Usut Curanmor di Kebon Pala

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:23 WIB

Aksi Kejahatan Curanmor dan Pemalakan di Penjaringan kian Meresahkan, Warga minta Polisi Tingkatkan Patroli

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:58 WIB

Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembacokan Pria di Cengkareng

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi Sopir Minibus Ditemukan Tewas dalam Mobil di Cengkareng

Berita

Sopir Minibus Ditemukan Tewas dalam Mobil di Cengkareng

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:02 WIB