JAKARTA,Detikfaktual.com – Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus pembacokan di Cengkareng, Jakarta Barat. Korban berinisial A (24) diketahui merupakan pegawai toko roti.
Tidak berlangsung lama terduga pelaku berinisial RS berhasil ditangkap tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di daerah Bogor pada, Senin (4/5/2026) malam.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, peristiwa terjadi di Jalan Pedongkelan Belakang, Kapuk, Cengkareng. Jakarta Barat.
Kejadian berlangsung pada Senin siang sekitar pukul 13.40 WIB. Korban mengalami luka bacok di dada kiri. Korban sempat mendapat penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang diderita.
Pengungkapan kasus dilakukan setelah Polres Metro Jakarta Barat menerima laporan adanya korban pembacokan.
“Benar, terduga pelaku pembacokan di Cengkareng sudah diamankan. Pelaku ditangkap tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres Metro Jakarta Barat,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto, Selasa (5/5/2026).
Hasil penyelidikan awal menunjukkan korban dan pelaku sempat terlibat cekcok di sekitar lokasi. Perselisihan diduga dipicu persoalan di jalan. Motor pelaku nyaris menabrak motor korban.
Cekcok tersebut kemudian memicu tindakan kekerasan. Pelaku diduga membacok korban menggunakan celurit. Akibat serangan itu, korban tersungkur di lokasi kejadian dan mengalami luka serius.
“Korban mengalami luka pada bagian dada kiri. Setelah kejadian, pelaku melarikan diri,” ungkapnya.
Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan.
Penyidik menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi keberadaan pelaku. Hasil penyelidikan mengarah kepada RS.
Polisi kemudian melacak persembunyiannya di wilayah Bogor. Sekitar pukul 22.00 WIB, RS berhasil ditangkap di Kabupaten Bogor tanpa perlawanan.
Pelaku langsung dibawa ke Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lanjutan.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku. Barang bukti meliputi sepeda motor Honda Mio, sebilah celurit, helm, pakaian, dan rekaman CCTV.
Penyidik masih mendalami motif kejadian. Pemeriksaan saksi dan koordinasi dengan jaksa terus dilakukan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi,” kata Budi.
Ia menegaskan proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara profesional dan proporsional.
(Rudi)







