PKL di Pantai Indah Timur dan Barat Diduga Gunakan Listrik Ilegal

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Instalasi kebel listrik di balik beton tanggul yang disuplai ke PKL

Instalasi kebel listrik di balik beton tanggul yang disuplai ke PKL

JAKARTA, Detikfaktual.com – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Pantai Indah Timu dan Barat, Jakarta Utara diduga menggunakan listrik ilegal dengan cara menyambungkan kabel berukuran kecil langsung dari jaringan induk udara yang diduga tanpa izin resmi dari PLN.

Berdasarkan investigasi detikfaktual, ditemukan kabel kecil berwarna hitam yang dipenuhi sambungan dan terpasang di balik tanggul beton Kali Cengkareng Drain. Kabel tersebut kemudian dialirkan ke sejumlah lapak PKL yang berdiri di zona merah atau kawasan terlarang.

Baca Juga :  Polsek Metro Penjaringan Amankan Pak Ogah Diduga Pungli Sopir di Turunan Tol Sunda Kelapa

Salah satu pedagang yang enggan disebut namanya mengaku membayar iuran listrik sebesar Rp90.000 per bulan. Ia menyebut pasokan listrik tersebut disediakan oleh seseorang berinisial WD. “Bayar 90.000 sebulan ke si WD” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Meski praktik ini diduga telah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara terbuka, hingga kini belum terlihat adanya penertiban dari pihak berwenang.

Sosok berinisial WD juga disebut-sebut sebagai penyuplai listrik kepara PKL yang beroperasi di zona merah di kawasan Jalan Tanggul Timur dan Tanggul Barat, Kapuk, Jakarta Barat hingga Pantai Indah Kapuk Timur dan Barat, Jakarta Utara.

Baca Juga :  Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalulintas

Temuan ini menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dari pihak PLN. Selain itu, praktik tersebut juga membahayakan serta berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar akibat penggunaan listrik secara ilegal, yang pada akhirnya berdampak pada masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan detikfaktual belum melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Kendati demikian detikfaktual akan berupaya mendapatkan keterangan resminya.

(Rwn)

Berita Terkait

Warung Kelontong di Kalideres yang Menjual Obat Keras Ilegal di Gerebek Polisi
Satlantas Jakpus gelar patroli gabungan cegah Balap Liar di kawasan Medan Merdeka
Hardiknas 2026: Pemerintah Perkuat Sinergi Lintas Jenjang untuk Pendidikan Bermutu
Prabowo Targetkan Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026
Menag: Sembelih Hewan Kurban Diganti Uang Dipastikan Hoaks
Pelaksanaan MBG di SPPG Petuk Liti Dorong Ekonomi Warga
Pesona Wisata Alam Baduy Dalam, Negri Kabut di Lebak Banten
101 Orang yang Diamankan saat May Day di Jakarta Akan Dipulangkan Usai Pemeriksaan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 12:20 WIB

Warung Kelontong di Kalideres yang Menjual Obat Keras Ilegal di Gerebek Polisi

Senin, 4 Mei 2026 - 01:56 WIB

Satlantas Jakpus gelar patroli gabungan cegah Balap Liar di kawasan Medan Merdeka

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:10 WIB

PKL di Pantai Indah Timur dan Barat Diduga Gunakan Listrik Ilegal

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:31 WIB

Hardiknas 2026: Pemerintah Perkuat Sinergi Lintas Jenjang untuk Pendidikan Bermutu

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:39 WIB

Prabowo Targetkan Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan renovasi fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Berita

Prabowo Targetkan Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:39 WIB