Gerbang Sekolah Digembok, Ratusan Siswa SMK PGRI 24 Jakarta Terlantar

Jumat, 25 April 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar SMK PGRI 24 Jakarta Telantar Gerbang Sekolah di Gembok Oknum Ahli Waris

Pelajar SMK PGRI 24 Jakarta Telantar Gerbang Sekolah di Gembok Oknum Ahli Waris

Jakarta — Ratusan siswa dan siswi SMK PGRI 24 Jakarta terpaksa terlantar dan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah gerbang sekolah mereka digembok oleh seseorang yang mengklaim sebagai ahli waris lahan sekolah. Insiden ini terjadi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Menurut keterangan salah satu guru, Julianti, aksi penggembokan telah dilakukan sejak kemarin oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris. Padahal, menurut pihak sekolah, lahan tersebut merupakan tanah wakaf.

“Penggembokan sudah dilakukan dari kemarin oleh orang yang mengaku ahli waris. Ini kan tanah wakaf, jadi mereka ingin mengklaim kembali tanah wakaf ini,” ujar Julianti (25/4/2025).

Baca Juga :  Presiden Prabowo Terima Menteri Rosan di Kertanegara, Bahas Progres Kampung Haji dan Hunian Korban Bencana Sumatra

Akibat kejadian ini, seluruh kegiatan belajar mengajar terhenti dan para siswa terpaksa menunggu di luar area sekolah. “Ya begini, harusnya bisa belajar di dalam sekolah, jadi semuanya terlantar,” tambah Julianti.

Pihak sekolah mengaku telah menerima surat pemberitahuan pengosongan dari pihak yang mengaku ahli waris. Namun, sebelum proses pengosongan dilakukan, gerbang sekolah sudah terlebih dahulu digembok.

Baca Juga :  Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri dan Polda Sumut, Kerahkan Anjing Pelacak K-9 Cari Korban Bencana di Tapanuli Tengah

Rencananya, pihak SMK PGRI 24 akan memindahkan kegiatan belajar ke lokasi baru di daerah Menceng. “Kami sudah rencanakan tanggal 27 itu pindahan. Sudah kami informasikan ke wali murid, murid, dan semua guru, bahwa hari Minggu nanti akan ada pemindahan sekolah,” pungkas Julianti.

Hingga kini, belum ada kejelasan hukum terkait status kepemilikan tanah tersebut, sementara ratusan siswa tetap menjadi korban dalam konflik kepemilikan lahan tersebut.

Berita Terkait

BAZNAS Jakbar Bedah Rumah Warga Kapuk, Lurah Arief Menyampaikan Apresiasi
Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target Pemerintah
Polri Terima Hibah Lahan untuk Pembangunan Mako Brimob di Sulawesi Tenggara
Pertemuan di Istana, Prabowo dan Luhut Matangkan Kebijakan Ekonomi dan Investasi
Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis di Sultra, Ini Speknya
Sepolwan Peringati Hari Kartini 2026, Teguhkan Integritas dan Profesionalisme Personel
Selvi Gibran: Perjuangan Kartini Harus Terus Dijaga dan Digaungkan di Era Modern
Viral! Seorang Pria Menukarkan Uang Rp65 Juta yang Terbakar di BI, Ini Syarat dan Ketentuannya

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:21 WIB

BAZNAS Jakbar Bedah Rumah Warga Kapuk, Lurah Arief Menyampaikan Apresiasi

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 - 10:34 WIB

Polri Terima Hibah Lahan untuk Pembangunan Mako Brimob di Sulawesi Tenggara

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Pertemuan di Istana, Prabowo dan Luhut Matangkan Kebijakan Ekonomi dan Investasi

Selasa, 21 April 2026 - 20:08 WIB

Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis di Sultra, Ini Speknya

Berita Terbaru

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo saat meresmikan 17 jembatan perintis di Sulawesi Tenggara (Dok.Polri)

Berita

Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis di Sultra, Ini Speknya

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:08 WIB