BEKASI,Detikfaktual.com – Kepala Basarnas, Muhammad Syafii, memastikan proses evakuasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur berjalan lancar dan tuntas dalam waktu 12 jam.
Tim gabungan berhasil menyelamatkan lima korban terakhir yang sempat terjepit di bawah material rangkaian kereta.
“Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan. Namun, dalam proses pembersihan bangkai kereta, jika ditemukan bagian tubuh sekecil apa pun, akan ditangani sesuai prosedur,” ujar Syafii kepada awak media, Selasa (28/4/2026).
Syafii juga menjawab pertanyaan terkait keterlambatan evakuasi bagian lokomotif. Ia menjelaskan, terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus sebelum material berat dipindahkan.
“Saat itu ada lima korban dalam kondisi terjepit, sehingga kami harus melakukan ekstrikasi agar bisa diselamatkan tanpa memperparah kondisi,” jelasnya.
Ekstrikasi merupakan teknik penyelamatan dengan metode pemotongan (cutting) dan pengangkatan (lifting) material untuk membebaskan korban dari jepitan logam.
Saat ini, sisa rangkaian kereta masih dalam proses penarikan dari jalur rel. Jalur hilir telah dibuka, namun perjalanan kereta api jarak jauh masih mengalami gangguan.
Sebanyak 25 perjalanan kereta tercatat mengalami keterlambatan, sementara 27 perjalanan lainnya batal berangkat akibat proses normalisasi jalur.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga akan melakukan pengembalian dana bagi penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan.
Untuk penanganan lanjutan, posko tanggap darurat disiagakan selama 14 hari di Bekasi dan Stasiun Gambir. Layanan call center 121 juga dibuka guna memberikan informasi kepada keluarga korban.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa investigasi penyebab kecelakaan diserahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami tidak ingin berspekulasi. Proses investigasi harus berjalan sesuai prosedur,” tegasnya.*
(Rwn)









