Trump Siapkan Blokade Jangka Panjang Iran, Tekanan Ekonomi Ditingkatkan di Tengah Gencatan Senjata

Rabu, 29 April 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Foto Istimewa Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Washington DC, Detikfaktual.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump merencanakan penerapan blokade jangka panjang terhadap Iran. Kebijakan ini muncul di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung serta mandeknya perundingan antara kedua negara.

Mandeknya jalur diplomasi membuat Washington mengkaji opsi baru untuk meningkatkan tekanan. Dalam pertemuan dengan pejabat keamanan tingkat tinggi, Trump disebut tengah menyiapkan langkah lanjutan guna menekan ekonomi Iran secara berkelanjutan.

Dilansir The Wall Street Journal, strategi tersebut difokuskan pada pembatasan ekspor minyak Iran. Upaya ini dilakukan dengan menghambat pengiriman ke dan dari pelabuhan utama negara tersebut.

Baca Juga :  Dishub DKI Jakarta Sediakan Layanan Derek Resmi dengan Tarif Terjangkau

Meski dinilai berisiko tinggi, Trump melihat blokade sebagai opsi yang lebih terkendali dibandingkan melanjutkan serangan militer atau menarik diri dari konflik. Hal ini juga sejalan dengan tuntutan AS agar Iran menghentikan pengayaan nuklir selama 20 tahun, serta menerima pembatasan tambahan setelahnya.

Trump menilai tawaran Iran belum menunjukkan itikad baik dalam negosiasi. Tawaran tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta penundaan pembahasan nuklir ke tahap berikutnya.

Baca Juga :  Tinjau Banjir Kutacane, Presiden Prabowo Prioritaskan Perbaikan Jalan, dan Layanan Publik

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mencapai target militernya. Ia menegaskan bahwa rencana blokade pelabuhan Iran dinilai mampu memberikan tekanan maksimal untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, sejumlah pejabat AS menilai konflik yang telah berlangsung beberapa pekan ini berpotensi berakhir tanpa kesepakatan nuklir maupun kelanjutan perang. Situasi ini mencerminkan ketidakpastian arah penyelesaian krisis yang masih terus berkembang.


(Ags)

Berita Terkait

Hadih May Day 2026 dari Presiden Prabowo untuk Buruh
Polda Kepri Larang Anggota Mengunakan Live Medsos Saat Bertugas
Prabowo Beri Taklimat 1.500 Dansat TNI 2026 di Unhan Bogor, Tekankan Soliditas dan Sinergi Nasional
HIKMAHBUDHI Audiensi dengan Bupati Tangerang, Soroti Guru Agama hingga Infrastruktur
Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Dumai, Sita Sabu 18 Kg hingga 30 Ribu Ekstasi
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Peringatan May Day 2026 di Monas
Ditlantas Polda Metro Jaya Menggelar Layanan SIM Keliling, Berikut Lokasi dan Biayanya
Polres Lebak Hentikan Kasus Dugaan Sodomi Anak

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:18 WIB

Hadih May Day 2026 dari Presiden Prabowo untuk Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 21:11 WIB

Polda Kepri Larang Anggota Mengunakan Live Medsos Saat Bertugas

Kamis, 30 April 2026 - 20:30 WIB

Prabowo Beri Taklimat 1.500 Dansat TNI 2026 di Unhan Bogor, Tekankan Soliditas dan Sinergi Nasional

Kamis, 30 April 2026 - 17:15 WIB

HIKMAHBUDHI Audiensi dengan Bupati Tangerang, Soroti Guru Agama hingga Infrastruktur

Kamis, 30 April 2026 - 16:21 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Dumai, Sita Sabu 18 Kg hingga 30 Ribu Ekstasi

Berita Terbaru

Foto. Istimewa Presiden Prabowo Subianto hadiri May Day 2026 di Monas

Berita

Hadih May Day 2026 dari Presiden Prabowo untuk Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:18 WIB