Sopir Logistik Curhat Barcode MyPertamina Dipakai Orang Lain, Sulit Dapat Biosolar Subsidi di Sumut

Minggu, 9 November 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sopir Logistik Curhat Barcode MyPertamina Dipakai Orang Lain, Sulit Dapat Biosolar Subsidi di Sumut

Sopir Logistik Curhat Barcode MyPertamina Dipakai Orang Lain, Sulit Dapat Biosolar Subsidi di Sumut

MEDAN,Detikfaktual.com — Sejumlah sopir logistik yang tergabung dalam Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di wilayah Sumatera Utara.

Salah seorang sopir anggota RBPI, Halim Sinukaban, mengaku kerap mengalami kesulitan saat hendak mengisi Biosolar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Ia menuturkan, meski belum melakukan pengisian, barcode kendaraan miliknya sering kali sudah tercatat digunakan oleh pihak lain.


“Mungkin semua teman-teman seprofesi pernah mengalami seperti saya. Barcode itu sering digunakan orang,” ujar Halim di sela peringatan hari lahir RBPI di Medan, Minggu (9/11/2025).

Halim mengaku heran dengan kejanggalan tersebut. Menurutnya, barcode yang diperoleh secara sah melalui aplikasi MyPertamina seharusnya tidak bisa digunakan oleh orang lain.

Baca Juga :  Seminar Safety Driving Jadi Momentum RBPI Soroti Status Kerja Pengemudi


“Tidak mungkin barcode milik kami yang dibuat secara resmi lewat MyPertamina bisa digunakan orang lain. Bahkan saat kami sedang mengisi, misalnya 100 liter, tiba-tiba muncul pemberitahuan barcode kami sedang digunakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat para sopir merasa sangat dirugikan karena tidak dapat memperoleh jatah Biosolar subsidi sesuai dengan kebutuhan operasional kendaraan.

Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa Warga Kapuk Muara: Belum Sempat Menyampaikan Aspirasi Mobil Komando di Rusak


“Barcode ada di tangan kami, plat nomor kendaraan sesuai data kami, tapi kok bisa dipakai orang lain. Ini yang membuat kami bingung dan kecewa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Halim mengungkapkan, apabila barcode digunakan secara tidak sah hingga tiga kali berturut-turut, sistem akan secara otomatis menolak pengisian berikutnya karena dianggap sudah melebihi kuota harian. Jadi Percuma aturan pemerintah sudah dijatah solarnya mahal tidak bisa mengisi.


(red)

Berita Terkait

BAZNAS Jakbar Bedah Rumah Warga Kapuk, Lurah Arief Menyampaikan Apresiasi
Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target Pemerintah
Polri Terima Hibah Lahan untuk Pembangunan Mako Brimob di Sulawesi Tenggara
Pertemuan di Istana, Prabowo dan Luhut Matangkan Kebijakan Ekonomi dan Investasi
Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis di Sultra, Ini Speknya
Sepolwan Peringati Hari Kartini 2026, Teguhkan Integritas dan Profesionalisme Personel
Selvi Gibran: Perjuangan Kartini Harus Terus Dijaga dan Digaungkan di Era Modern
Viral! Seorang Pria Menukarkan Uang Rp65 Juta yang Terbakar di BI, Ini Syarat dan Ketentuannya

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:21 WIB

BAZNAS Jakbar Bedah Rumah Warga Kapuk, Lurah Arief Menyampaikan Apresiasi

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 - 10:34 WIB

Polri Terima Hibah Lahan untuk Pembangunan Mako Brimob di Sulawesi Tenggara

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Pertemuan di Istana, Prabowo dan Luhut Matangkan Kebijakan Ekonomi dan Investasi

Selasa, 21 April 2026 - 20:08 WIB

Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis di Sultra, Ini Speknya

Berita Terbaru

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo saat meresmikan 17 jembatan perintis di Sulawesi Tenggara (Dok.Polri)

Berita

Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis di Sultra, Ini Speknya

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:08 WIB