Kuota Kontainer Tol Laut Surabaya–Sangihe Dipertanyakan, Operator dan Pemda Saling Lempar

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aktivitas bongkar muat kontainer di pelabuhan. Mekanisme pembagian kuota kontainer program Tol Laut rute Surabaya–Sangihe (Foto: Istw)

Ilustrasi aktivitas bongkar muat kontainer di pelabuhan. Mekanisme pembagian kuota kontainer program Tol Laut rute Surabaya–Sangihe (Foto: Istw)

Sangihe,Detikfaktual.com – Mekanisme pembagian kuota kontainer program Tol Laut rute Surabaya–Sangihe menjadi sorotan setelah muncul perbedaan pernyataan antara operator pelayaran dan pemerintah daerah.

Program Tol Laut sendiri merupakan kebijakan nasional yang digagas Presiden Joko Widodo untuk menekan disparitas harga serta memperlancar distribusi logistik ke wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan).

Namun di Kabupaten Kepulauan Sangihe, mekanisme pembagian kuota kontainer disebut memunculkan tanda tanya di kalangan pelaku usaha.

Kepala Cabang Surabaya PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), Roni Abdullah, saat dikonfirmasi mengatakan pemerintah daerah lebih mengetahui kebutuhan distribusi di wilayahnya.

“Daerah yang lebih mengetahui kebutuhan daerahnya,” ujarnya,(5/3/2026)

Sementara itu, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Sangihe sebelumnya menyebut pembagian kuota kontainer merupakan kewenangan operator pelayaran. Disperindag disebut hanya berperan dalam penerbitan Pakta Integritas bagi perusahaan penerima kuota.

Baca Juga :  Demo Apdesi di Monas, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas dan Kerahkan 2.155 Personel

 


Namun saat redaksi mencoba meminta penjelasan lanjutan kepada Sekretaris Dinas (Sekdis) Disperindag Kepulauan Sangihe terkait mekanisme tersebut, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi.

Upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak PT PELNI juga belum memperoleh penjelasan rinci mengenai mekanisme teknis pembagian kuota kontainer pada rute Surabaya–Sangihe.

Perbedaan keterangan antara operator dan pemerintah daerah itu pun memunculkan pertanyaan mengenai alur kewenangan dan koordinasi dalam penetapan kuota.

Berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, dalam satu periode terdapat 69 kontainer yang didistribusikan kepada sekitar 30 consignee. Sejumlah pelaku usaha mempertanyakan dasar pembagian tersebut dan apakah telah mempertimbangkan asas proporsionalitas serta pemerataan.

“Kalau dikatakan adil dan merata, seharusnya ada transparansi dasar pembagiannya,” ujar salah satu pengusaha yang tidak mau namanya disebut.

Program Tol Laut pada prinsipnya bertujuan menekan biaya logistik serta menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Karena itu, mekanisme pembagian kuota dinilai perlu dilakukan secara transparan dan terukur agar tepat sasaran.

Sejumlah pihak juga berharap adanya evaluasi berkala terhadap daftar penerima kuota, termasuk verifikasi legalitas usaha dan keaktifan perusahaan penerima.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak operator maupun pemerintah daerah terkait dasar penentuan kuota per consignee, mekanisme verifikasi perusahaan penerima, serta sistem pengawasan dalam distribusi kuota tersebut.

Baca Juga :  Ketupat Sayur Makanan Ciri khas Lebaran

 

Sumber: Tikampost.id

Berita Terkait

Viral! Pria Hadang Truk di Ringroad Cengkareng, Warganet Soroti Lemahnya Penegakan Hukum
Kemenkum RI: Hari Bumi Jadi Momentum Perkuat Regulasi dan Kepatuhan Lingkungan
BAZNAS Jakbar Bedah Rumah Warga Kapuk, Lurah Arief Menyampaikan Apresiasi
Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target Pemerintah
Polri Terima Hibah Lahan untuk Pembangunan Mako Brimob di Sulawesi Tenggara
Pertemuan di Istana, Prabowo dan Luhut Matangkan Kebijakan Ekonomi dan Investasi
Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis di Sultra, Ini Speknya
Sepolwan Peringati Hari Kartini 2026, Teguhkan Integritas dan Profesionalisme Personel

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:34 WIB

Viral! Pria Hadang Truk di Ringroad Cengkareng, Warganet Soroti Lemahnya Penegakan Hukum

Rabu, 22 April 2026 - 18:32 WIB

Kemenkum RI: Hari Bumi Jadi Momentum Perkuat Regulasi dan Kepatuhan Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 - 13:21 WIB

BAZNAS Jakbar Bedah Rumah Warga Kapuk, Lurah Arief Menyampaikan Apresiasi

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 - 10:34 WIB

Polri Terima Hibah Lahan untuk Pembangunan Mako Brimob di Sulawesi Tenggara

Berita Terbaru