Video viral,Pasir Laut Pulau Pari Dikeruk Mangrove Di Cabut, Warga Net Murka

Senin, 20 Januari 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto: scensot tiktok @syaiful_rds

Jakarta – Viral media sosial kembali dihebohkan dengan video penampakan alat berat di pulau pari Padang lamun  yang sedang beraktivitas mengeruk pasir,(17/1/25).

Video yang dibagikan berdurasi sekitar 30 detik memperlihatkan Kegiatan alat berat di laut, diduga kegiatan tersebut tengah melakukan pengerukan dan menggunduli hutan mangrove.

Berdasarkan video yang dibagikan akun tiktok @syaiful.rds,17/1/25, membuat warga net murka membanjiri kolom komentar.

Padahal mangrove itu sangat penting bagi alam, berfungsi menahan ombak besar bahkan sunami, menstabilkan daratan, Juga menjaga ekosistem laut, bangau yg langka, ikan dll nya banyak manfaatnya,” komentar salah satu netizen @mery_almi.

Baca Juga :  Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Rp25 Miliar

“Waduh hutan mangrove di cabuti.@Fery_sang.

“Pliss gua udh rasain hal yg sama bang pantai deket rumah ku dlu itu bagus bgt bnyk anemon bnyk terumbu karang, terus tiba2 ada alat berat datang ngeruk itu semua ga tau alasannya apa, dan pergi gitu aj,”repiew_clips

Dalam narasi video yang viral tersebut ,tanaman mangrove di pulau tersebut ada sekitar lebih dari 10 ribu habis dicabut oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Gila gila lamun tuh, ini padang lamun nih padang lamun lagi di beko tuh padang lamun bayangin nih pemerintah yang katanya menjaga alam tuh padang lamun ini mangrove,ini mangrove tanaman lebih dari 10.000 habis sudah dicabut,gak tau siapa yang nyabutin ini,kata,”dalam narasi video tiktok @syful.rds.

Baca Juga :  Viral VN Hina Insan Pers, Sosok M Dikaitkan Kasus Obat Ilegal

Ketua Forum peduli pula pari Mustaghfirin mengatakan dilokasi 17/1/25, sebelumnya ada 65000 mangrove yang sudah ditanam.

“Hari ini alat berat beko menggali pasir,dimana Sebelumnya kita sudah menanam sebanyak 6000 sampai 65000 mangrove yang sudah hampir 3 tahun sudah tumbuh dengan baik,sekarang sudah tidak terlihat,”kata Mustaghfirin.

Mustaghfirin serta masyarakat berharap besar agar pemerintah dapat merespons dengan cepat dan efektif terhadap masalah lingkungan.

“Mohon kepada pemerintah juga menanggapi dan merespon positif, benar-benar harus merespon, menindaklanjuti kegiatan-kegiatan yang merusak lingkungan.”ujar mustaghfirin.

(*)

Berita Terkait

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Pastikan Percepatan Penanganan
Pemerintah Pastikan Harga Elpiji 3 Kg Tidak Naik, Distribusi Akan Dibenahi
Gaya Kepemimpinan Humanis, Lurah Arief Bawa Perubahan Positif di Kapuk
Satgas Damai Cartenz-2026 Tangkap Dua Anggota KKB Bintang Timur di Oksibil
Ditjen Perhubungan Laut Gelar Bimtek PPKK 2026, Diikuti 316 Peserta
Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan Puluhan Ton Bawang dan Cabai
Dishub DKI Jakarta Sediakan Layanan Derek Resmi dengan Tarif Terjangkau
Usai Memberi Arahan ke Ketua DPRD, Prabowo Sidak Gudang Bulog di Magelang

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 22:06 WIB

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Pastikan Percepatan Penanganan

Senin, 20 April 2026 - 22:04 WIB

Pemerintah Pastikan Harga Elpiji 3 Kg Tidak Naik, Distribusi Akan Dibenahi

Senin, 20 April 2026 - 20:25 WIB

Gaya Kepemimpinan Humanis, Lurah Arief Bawa Perubahan Positif di Kapuk

Senin, 20 April 2026 - 18:31 WIB

Satgas Damai Cartenz-2026 Tangkap Dua Anggota KKB Bintang Timur di Oksibil

Senin, 20 April 2026 - 17:41 WIB

Ditjen Perhubungan Laut Gelar Bimtek PPKK 2026, Diikuti 316 Peserta

Berita Terbaru